- Empat warga Palestina tewas dalam 24 jam di Tepi Barat akibat bentrokan dengan pemukim Israel.
- Tiga korban meninggal karena tembakan saat insiden berbeda di Hebron dan dekat Ramallah.
- Satu korban meninggal karena serangan jantung setelah aparat Israel menembakkan gas air mata di lokasi.
Suara.com - Ketegangan di Tepi Barat kembali meningkat setelah empat warga Palestina dilaporkan tewas dalam kurun waktu 24 jam.
Insiden tersebut terjadi di dua desa berbeda di wilayah yang menjadi pusat konflik berkepanjangan antara warga Palestina dan pemukim Israel.
Tiga korban tewas akibat tembakan yang diduga dilakukan pemukim Israel, sementara satu korban lainnya meninggal setelah mengalami serangan jantung usai aparat Israel menembakkan gas air mata di dekatnya.
Tembakan di Desa Wadi al-Rakhim
Serangan pertama terjadi di desa Wadi al-Rakhim, wilayah selatan Hebron.
Seorang warga Palestina berusia 28 tahun, Amir Shanran, tewas setelah ditembak dari jarak dekat.
Seorang saksi mata, Zakaria Shanran, mengatakan insiden bermula ketika sekelompok pemukim memasuki lahan pertanian warga.
“Mereka datang dengan tongkat dan membawa ternak yang dilepas di ladang kami,” ujarnya dilansir dari Mekomit.il
Ketika warga mencoba mengusir ternak tersebut, situasi berubah menjadi bentrokan.
Baca Juga: Momen Abu Janda Diusir Aiman Witjaksono Usai Debat Sengit dengan Feri Amsari Soal Palestina
“Begitu mereka tiba dengan kendaraan ATV, salah satu dari mereka mulai menembak. Amir tertembak di leher dari jarak sangat dekat,” kata Zakaria.
Korban Lain Luka Berat
Selain Amir, saudaranya Khaled Shanran juga tertembak di bagian dada dan tangan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit oleh warga menggunakan kendaraan pribadi.
Dokter menyatakan Amir meninggal di tempat, sementara Khaled menjalani operasi dan kini dilaporkan dalam kondisi stabil.
Seorang warga lain, Aziza Shanran (45), juga dilaporkan terluka parah setelah ditabrak kendaraan saat penyerang mengejar warga di sekitar permukiman.
Serangan Kedua di Dekat Ramallah
Berita Terkait
-
Momen Abu Janda Diusir Aiman Witjaksono Usai Debat Sengit dengan Feri Amsari Soal Palestina
-
GILA! Israel Beli 5.000 Bom Pintar dari Boeing, Buat Hancurkan Iran?
-
Ditembakkan Militer Israel, Ini Bahaya Peluru Fospor Putih untuk Anak dan Perempuan
-
Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu
-
Rudal 'Kiamat' Iran Kheibar, Ghadr, Emad, dan FattahIran Siap Jadikan Israel Kota Mati
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Shin Tae-yong: Persija Belum pada Kondisi Terbaik di Piala Presiden 2026
-
Tinted Sunscreen Somethinc untuk Kulit Kuning Langsat, Ini 4 Shade yang Cocok
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo