News / Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:03 WIB
Benjamin Netanyahu (ig/b.netanyahu)
Baca 10 detik
  • Rumor penyebutan Netanyahu diselundupkan ke Berlin memicu demonstrasi di Jerman menuntut penangkapan berdasarkan hukum internasional.
  • Otoritas Jerman membantah keras keberadaan Perdana Menteri Israel tersebut, menyatakan pesawat hanya singgah karena alasan teknis.
  • Bukti foto resmi menunjukkan Netanyahu tetap beraktivitas di Israel untuk membantah spekulasi pelarian akibat ancaman keamanan.

Suara.com - Jagat media sosial baru-baru ini digemparkan oleh rumor yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah diselundupkan keluar dari negaranya.

Kabar yang beredar luas tersebut mengklaim bahwa pemimpin Israel itu kini tengah bersembunyi di dalam sebuah bungker rahasia di Berlin, Jerman.

Spekulasi ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional dan ancaman keamanan yang menyasar sang perdana menteri secara langsung.

Klaim mengenai pelarian Netanyahu ini bermula setelah platform pelacakan radar penerbangan memperlihatkan aktivitas yang tidak biasa.

Pesawat resmi pemerintah Israel, yang dikenal dengan nama Wing of Zion, terpantau mendarat di Bandara Brandenburg, Berlin, pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat.

Kehadiran pesawat kepresidenan di wilayah udara Eropa ini langsung memicu gelombang spekulasi di kalangan netizen dan pengamat politik internasional.

Unggahan yang memuat klaim pelarian Netanyahu tersebut bahkan telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali di berbagai platform digital.

Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa pria berusia 76 tahun itu sengaja dilarikan ke luar negeri untuk menghindari ancaman serangan atau sebagai langkah pengamanan tingkat tinggi.

Beberapa akun bahkan secara spesifik menyebutkan bahwa Netanyahu kini berada di suatu lokasi rahasia di bawah tanah Jerman.

Baca Juga: Borok Israel Terungkap, Rezim Zionis Diduga Tutup-tutupi Kehancuran dan Korban Jiwa Serangan Iran

Reaksi Massa dan Tuntutan Penangkapan di Jerman

Rumor ini tidak hanya berhenti di ruang digital, tetapi juga memicu aksi nyata di lapangan. Di Jerman, kabar keberadaan Netanyahu memicu aksi massa yang cukup signifikan.

Para demonstran turun ke jalan menuntut pemerintah Jerman untuk bertindak tegas jika benar sang pemimpin Israel berada di wilayah kedaulatan mereka. Protes tersebut didasari pada status hukum Netanyahu di mata internasional saat ini.

Keberadaan Netanyahu di Jerman dianggap melanggar Pasal 7 Status Roma. Massa menuntut agar pihak berwenang Jerman segera melakukan penangkapan terhadap Netanyahu.

Hal ini berkaitan erat dengan keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang telah menetapkan Netanyahu sebagai sosok yang bertanggung jawab atas dugaan kejahatan kemanusiaan dan perang.

Tindakan brutal yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina, menjadi dasar utama penetapan status tersebut oleh ICC.

Sebagai negara anggota yang meratifikasi Status Roma, Jerman secara hukum memiliki kewajiban untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh ICC.

Dinamika ini membuat isu kehadiran pesawat Wing of Zion di Berlin menjadi sangat sensitif secara diplomatik dan hukum bagi pemerintahan Kanselir Olaf Scholz.

Bantahan Resmi dan Misteri Wing of Zion

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, otoritas Jerman akhirnya memberikan klarifikasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, yang memberikan keterangan secara anonim, membantah dengan tegas bahwa Benjamin Netanyahu berada di dalam pesawat yang mendarat tersebut.

Menurut keterangan resmi tersebut, pesawat pemerintah Israel itu tidak membawa sang Perdana Menteri untuk kunjungan kenegaraan maupun perlindungan.

Pihak kementerian menjelaskan bahwa kehadiran pesawat tersebut di Bandara Brandenburg murni karena alasan teknis logistik.

Pesawat ini hanya "numpang parkir" di wilayah Jerman sebelum melanjutkan operasionalnya. Penjelasan ini berusaha meredam ketegangan publik yang menuntut penangkapan segera terhadap Netanyahu.

Senada dengan otoritas Jerman, laporan dari Euro News juga menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Netanyahu berada di Jerman.

Investigasi jurnalistik menunjukkan bahwa aktivitas Netanyahu di dalam negeri Israel masih terpantau melalui berbagai dokumentasi resmi yang dirilis oleh kantor perdana menteri.

Bukti Keberadaan Netanyahu di Israel

Untuk mematahkan rumor pelarian tersebut, pihak Israel merilis sejumlah dokumentasi aktivitas terbaru Netanyahu.

Foto-foto pria yang sudah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel sejak tahun 2009 ini beredar luas untuk menunjukkan bahwa dirinya masih berada di pusat komando Israel.

Pada Minggu (8/3), Netanyahu memublikasikan foto dirinya yang tengah melakukan koordinasi dengan pejabat tinggi militer dan intelijen. Dalam foto tersebut, ia tampak bersama Kepala Staf IDF (pasukan pertahanan Israel) dan Direktur Mossad.

Publikasi foto ini muncul hanya berselang beberapa jam setelah rumor pelariannya ke Jerman mencapai puncak viralitas di media sosial.

Pada hari yang sama, Netanyahu juga dilaporkan tampak berada di atap sebuah gedung di Kirya, kompleks markas militer di Tel Aviv.

Tidak berhenti di situ, sehari setelahnya, dokumentasi resmi memperlihatkan Netanyahu sedang berada di Beit Shemesh untuk melakukan agenda lainnya.

Rangkaian kemunculan publik ini secara tidak langsung membantah klaim bahwa dirinya sedang bersembunyi di bungker di Berlin.

Ancaman Iran dan Protokol Keamanan Ketat

Meskipun bukti-bukti kemunculan di Israel telah dirilis, spekulasi mengenai kondisi fisik Netanyahu tetap liar. Sejumlah akun media sosial yang memiliki kecenderungan mendukung Iran sempat menyebarkan narasi bahwa Netanyahu telah menjadi sasaran rudal Iran.

Namun, hingga saat ini tidak ada bukti nyata atau konfirmasi valid yang menunjukkan bahwa sang perdana menteri mengalami cedera akibat serangan tersebut.

Lantas berada di mana Netanyahu saat ini? Pertanyaan mengenai lokasi pasti sang pemimpin Israel memang tetap menjadi misteri bagi publik luas.

Posisi pasti Netanyahu saat ini memang dirahasiakan oleh unit pengamanan karena ia telah ditetapkan menjadi sasaran target utama Iran hidup atau mati.

Ketegangan yang meningkat antara Tel Aviv dan Teheran memaksa protokol keamanan perdana menteri berada pada level tertinggi, yang seringkali melibatkan penggunaan lokasi-lokasi rahasia atau berpindah-pindah tempat guna menghindari deteksi intelijen lawan.

Load More