- Pada Senin (23/2/2026), Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda mendesak ESDM menghitung akurat pasokan energi menjelang Ramadan.
- Seluruh pemangku kepentingan sektor energi diwajibkan menyerahkan laporan stok BBM, LPG, dan listrik secara berkala.
- Langkah ini bertujuan mencegah kekurangan pasokan akibat salah perencanaan demi kelancaran aktivitas masyarakat saat Idul Fitri.
Suara.com - Menjelang momentum suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri, resiliensi sektor energi nasional kembali menjadi diskursus strategis yang menuntut atensi dan persiapan paripurna.
Dalam kerangka fungsi pengawasan parlementer, Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merumuskan kalkulasi yang presisi dan empiris terkait eskalasi kebutuhan energi di seluruh penjuru negeri.
Menegaskan urgensi dari mitigasi risiko yang komprehensif demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, Shanty Alda mengartikulasikan sikap pengawasan dewan secara lugas.
"Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan proyeksi kebutuhan BBM, LPG, dan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri dihitung secara akurat. Kami tidak ingin ada kekurangan pasokan akibat salah perencanaan. Seluruh stakeholder bidang energi harus menyampaikan laporan stok dan kesiapan distribusi secara berkala," ujar Shanty Alda dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, legislator ini menyoroti urgensi sinergi dan transparansi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan di sektor energi.
Baginya, pemantauan ketat melalui pelaporan berkala merupakan sebuah keharusan prosedural untuk menganulir potensi defisit akibat miskalkulasi (planning fallacy).
Hal ini secara fundamental bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen negara memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam memfasilitasi kelancaran dan kenyamanan warga negara selama periode krusial tersebut.
Berita Terkait
-
Jangan Ada Pemadaman Listrik di Wilayah Terdampak Bencana Saat Bulan Puasa
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
ASPEBINDO: Rantai Pasok Energi Bukan Sekadar Komoditas, Tapi Instrumen Kedaulatan Negara
-
Konflik Lahan di Lebak Memanas, DPR Panggil Perusahaan dan KLHK
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz
-
Hari Pertama ASN WFH, Ditjen Imigrasi Pastikan Layanan Paspor hingga Pengawasan Tetap Normal
-
Akhirnya Bicara! Melania: Saya Bukan Hadiah Jeffrey Epstein untuk Donald Trump
-
ASN Mulai WFH, KemenPPPA Garansi Layanan Pengaduan Kekerasan Tetap Beroperasi Normal
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya
-
Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut
-
Tak Terima Ditegur 'Ngintip' Adik Ipar Mandi, Pemuda di Cakung Bacok Kepala Kakak Kandung!
-
Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
-
Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!