- Kesalahan kalkulasi Gedung Putih menyebabkan respons Iran melumpuhkan Selat Hormuz, memicu kenaikan harga minyak dunia.
- Iran merespons serangan 28 Februari dengan agresi intensif, mengejutkan Pentagon karena tidak diantisipasi secara matang.
- Perang singkat tersebut menghabiskan amunisi AS senilai miliaran dolar, menimbulkan krisis logistik dan ketidakpastian ekonomi global.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintahannya kini menyesal karena meremehkan Iran, sehingga biaya peperangan yang harus ditanggung terus merangkak naik menunju krisis ekonomi berkepanjangan.
Laporan investigasi The New York Times mengungkapkan, Trump telah melakukan kesalahan perhitungan yang fatal mengenai bagaimana Teheran akan bereaksi terhadap agresi militer yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Alih-alih menyerah atau memberikan respons terbatas, Iran justru melancarkan serangan balasan yang melumpuhkan jalur perdagangan energi dunia.
Saat ini, Selat Hormuz—arteri paling vital bagi pasokan minyak global—tetap hampir tidak dapat dilalui, memicu lonjakan harga minyak mentah ke level yang mengkhawatirkan dan mengguncang pasar keuangan dari New York hingga Jakarta.
Kesalahan Kalkulasi Gedung Putih
Menurut laporan yang mengutip beberapa sumber anonim di internal pemerintahan, Trump dan para penasihat seniornya awalnya percaya bahwa agresi tanpa provokasi ini hanya akan menimbulkan gejolak singkat.
Mereka merujuk pada pola perang 12 hari pada Juni tahun lalu, di mana harga minyak naik sebentar sebelum akhirnya stabil kembali.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Gedung Putih terbukti gagal menganggap serius ancaman Teheran untuk menutup Selat Hormuz.
Dampaknya terasa instan: pengiriman komersial terhenti total di Teluk Persia, memaksa pemerintahan Trump memutar otak untuk meredam kenaikan harga bensin yang kini mulai membebani warga Amerika di pompa-pompa bensin.
Baca Juga: Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
“Ini adalah contoh kesalahan fatal penilaian Trump serta barisan penasihatnya soal bagaimana Iran bakal merespons peperangan yang dianggap Teheran sebagai ancaman eksistensial. Mereka justru merespons secara agresif ketimbang perang 12 hari tahun 2025," demikian laporan NY Times, dikutip hari Kamis (12/3/2026).
Respons Ganas Iran Mengejutkan Pentagon
Keberanian Iran dalam melakukan serangan balik ini nampaknya tidak diantisipasi secara matang oleh petinggi militer AS.
Menteri Perang Pete Hegseth mengakui skala dan intensitas balasan Iran, terutama serangan langsung ke pangkalan-pangkalan militer AS, cukup mengejutkan pihak Pentagon.
“Saya tak bisa mengatakan bahwa sudah mengantisipasi apa reaksi mereka (Iran). Tapi, kami memang tahu ada kemungkinan itu (balasan agresif Iran)," kata Hegseth.
Ketidaksiapan ini juga terungkap dalam sesi pengarahan tertutup dengan para anggota parlemen.
Berita Terkait
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Meluruskan Fakta: Benarkah Abu Janda Mengajak Perang dengan Malaysia?
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat