- Kesalahan kalkulasi Gedung Putih menyebabkan respons Iran melumpuhkan Selat Hormuz, memicu kenaikan harga minyak dunia.
- Iran merespons serangan 28 Februari dengan agresi intensif, mengejutkan Pentagon karena tidak diantisipasi secara matang.
- Perang singkat tersebut menghabiskan amunisi AS senilai miliaran dolar, menimbulkan krisis logistik dan ketidakpastian ekonomi global.
Senator Christopher Murphy mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial, menyatakan bahwa pemerintah saat ini sama sekali tidak memiliki rencana strategis untuk Selat Hormuz dan “tak tahu cara membuka Selat Hormuz kembali secara aman.”
Krisis Logistik dan Amunisi yang Menipis
Selain ancaman energi, perang ini juga menguras kantong pembayar pajak Amerika dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pengarahan di Capitol Hill, pejabat Pentagon mengungkapkan militer AS telah menghabiskan amunisi senilai USD5,6 miliar atau setara Rp 94,7 Triliun hanya dalam dua hari pertama perang.
“Jumlah amunisi yang dipakai sebenarnya jauh lebih besar ketimbang yang diungkap ke publik," kata sumber NY Times.
Tingginya intensitas penggunaan senjata canggih ini memicu kekhawatiran mengenai ketahanan rantai pasokan militer AS jika konflik berlanjut dalam jangka panjang.
Sementara di lain sisi, kebingungan internal pemerintah semakin diperparah dengan insiden disinformasi.
Menteri Energi Chris Wright sempat memicu kehebohan pasar saat mengunggah klaim bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal sebuah kapal tanker melalui Selat Hormuz.
Namun, unggahan itu segera dihapus setelah pejabat lain mengonfirmasi bahwa tidak ada pengawalan yang terjadi, yang justru membuat pasar minyak kembali terguncang hebat.
Baca Juga: Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
Ancaman Eksistensial bagi Iran
Eskalasi ini dipicu oleh serangan udara agresif AS dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, beserta beberapa komandan senior militer lainnya.
Bagi Teheran, tindakan ini bukan sekadar serangan militer biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keberadaan negara mereka.
Akibatnya, kampanye balasan Iran dilakukan dengan kekuatan penuh, menargetkan banyak lokasi strategis di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.
Kini, Presiden Trump dilaporkan mulai menunjukkan frustrasi yang meningkat. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, ia mendesak awak kapal tanker minyak untuk “menunjukkan keberanian” dan tetap berlayar melalui Selat Hormuz yang sangat berbahaya.
Namun, dengan nihilnya jaminan keamanan dari Angkatan Laut, seruan tersebut tampaknya belum mampu menggerakkan kembali roda distribusi energi yang membeku.
Berita Terkait
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Meluruskan Fakta: Benarkah Abu Janda Mengajak Perang dengan Malaysia?
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
Terkini
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat
-
Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah