-
Netanyahu melontarkan ancaman pembunuhan terselubung kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
-
Konflik dipicu oleh serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat sejak akhir Februari.
-
Perang besar antara Israel dan Iran kini meluas serta mengancam stabilitas dunia.
Suara.com - Situasi di Timur Tengah semakin mencekam setelah munculnya pernyataan keras dari pihak Tel Aviv, Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tersirat mengirimkan pesan kematian bagi pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei.
Mojtaba Khamenei, yang ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 9 Maret 2026 menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.
Sebagai seorang Sayyid (sebutan untuk keturunan Nabi) melalui garis keturunan Husain bin Ali, ia mengenakan sorban hitam yang menandakan nasab tersebut.
Mojtaba adalah ulama Syiah yang dekat dengan kalangan konservatif dan Garda Revolusi.
Keluarga Khamenei menelusuri garis keturunan mereka kembali ke Husayn ibn Ali, putra Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra (putri Nabi Muhammad SAW).
Israel secara tersirat mengancam akan menghabisi nyawa Mojtaba Khamenei yang merupakan pemimpin tertinggi Iran saat ini.
Pernyataan provokatif ini disampaikan Netanyahu pada Kamis (12/3) dalam sebuah sesi konferensi pers yang sangat dinantikan.
Momen ini menjadi kemunculan perdana Netanyahu setelah pecahnya perang terbuka antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran sejak akhir Februari.
Baca Juga: DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal
Ketegangan ini memuncak setelah Mojtaba resmi menggantikan posisi mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam operasi militer.
Dalam tayangan video tersebut, Netanyahu merespons pertanyaan mengenai nasib Mojtaba Khamenei dan sekutunya, Naim Qassem dari Hezbollah.
Ia menegaskan posisi Israel terhadap para tokoh yang dianggapnya bertanggung jawab atas serangan balasan ke wilayah Israel.
"Saya tidak akan memberikan polis asuransi jiwa kepada para pemimpin organisasi teroris mana pun... Saya juga tidak berniat memberikan laporan rinci di sini mengenai apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," ujar Netanyahu.
Netanyahu juga melontarkan hinaan tajam kepada Mojtaba dengan menyebutnya sebagai pemimpin yang tidak memiliki kemandirian.
Ia menilai Mojtaba hanyalah perpanjangan tangan dari kelompok militer elit Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.
Lebih lanjut, Netanyahu menyindir keberadaan Mojtaba yang dianggap bersembunyi dan tidak berani menampakkan diri di hadapan rakyatnya.
Israel mengklaim telah memiliki rekam jejak dalam menumbangkan para penguasa otoriter yang dianggap mengancam keamanan kawasan Timur Tengah.
"Kami telah membunuh diktator sebelumnya dan diktator baru Mojtaba yang merupakan boneka IRGC bahkan tidak bisa menunjukkan wajahnya ke publik," kata Netanyahu.
Netanyahu juga sempat ditanya mengenai keterlibatan Israel dalam mendukung kelompok oposisi yang ingin menggulingkan kekuasaan di Iran.
Meskipun tidak memberikan detail operasional, ia memastikan bahwa posisi Mojtaba saat ini sudah sangat tidak menguntungkan.
Pemerintah Israel meyakini bahwa tekanan militer dan politik akan mempercepat keruntuhan otoritas keagamaan di Teheran secara perlahan.
Netanyahu berharap bahwa perubahan kekuasaan di Iran nantinya akan dipicu oleh pergerakan internal masyarakat Iran sendiri.
"Saya tidak akan merinci tindakan yang kami lakukan. Kami sedang menciptakan kondisi yang optimal untuk menjatuhkan rezim (Iran), tetapi saya tidak bisa menyangkal bahwa saya tidak yakin bahwa rakyat Iran akan menjatuhkannya, sebuah rezim yang dijatuhkan dari dalam," kata Netanyahu.
Ia memberikan sinyal kuat bahwa intelijen dan militer Israel terus bekerja di balik layar untuk melemahkan stabilitas rezim.
"Namun kami pasti bisa membantu, dan kami memang sedang membantu," ucapnya menambahkan.
Dalam pidato tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa peta kekuatan militer di kawasan Timur Tengah telah berubah drastis belakangan ini.
Ia berpendapat bahwa kemampuan tempur Iran telah merosot tajam akibat rentetan serangan udara yang dilakukan secara masif.
Menurut klaimnya, status Iran sebagai kekuatan besar di wilayah tersebut kini sudah mulai pudar dan kehilangan taji.
"Iran tidak lagi sebagai superpower yang sama," tegas Netanyahu merujuk pada hasil operasi militer selama dua pekan terakhir.
Kerusakan signifikan disebut telah dialami oleh kekuatan utama mereka, yakni IRGC dan kelompok paramiliter Basij.
Kehadiran Netanyahu dalam konferensi pers virtual ini sekaligus menepis berbagai isu miring mengenai kondisi kesehatan dan keberadaannya.
Sebelumnya, banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa ia melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari serangan drone dari Iran.
Situasi di Israel memang sempat mencekam karena hujan rudal yang terus berdatangan tanpa henti sejak perang meletus.
Namun, Netanyahu memilih waktu kemunculannya tepat setelah Mojtaba Khamenei memberikan pidato resmi pertamanya sebagai pemimpin tertinggi.
Langkah ini dianggap sebagai pesan psikologis bahwa Israel tetap berdiri tegak dan siap melanjutkan konfrontasi bersenjata.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Tol Prambanan-Purwomartani Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran, Hanya Satu Arah untuk Keluar Jogja
-
Terungkap Detik-detik Gugurnya Ali Khamenei: Dibunuh Israel saat Sedang Baca Al Quran
-
Diisukan Tewas, Benjamin Netanyahu Akhirnya Muncul ke Publik Langsung Ancam Mojtaba Khamenei
-
Intip Tren Modest Wear yang Temani berbagai Momen Pengguna bersama Shopee Big Ramadan Sale
-
Rekor Sejarah! IEA Lepas 400 Juta Barel Minyak Akibat Krisis Selat Hormuz
-
Terbongkar Biang Kerok Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
-
Menag: ASN Dilarang Menyalahgunakan Wewenang dan Fasilitas Jabatan untuk Kepentingan Pribadi
-
Bahas Konflik Timur Tengah, Ini Poin yang Jadi Sorotan JK dan Eks Dubes
-
Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam, Komando IDF: Ini Hari-hari Paling Mengerikan untuk Israel
-
Gempuran Mematikan Pesawat Tak Berawak Iran Hancurkan Markas Intelijen Israel