News / Nasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi. Serangan balasan Iran ke wilayah Israel dilaporkan menyebabkan ribuan korban luka sejak perang pecah. [Channel 14]
Baca 10 detik
  • Otoritas kesehatan Israel mencatat 2.745 warga dirawat akibat serangan balasan rudal Iran sejak perang dimulai.
  • Serangan rudal Iran memicu sirene peringatan udara dan kepanikan di kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Al-Quds.
  • IRGC menegaskan akan terus menyerang target AS dan Israel hingga kedua negara tersebut menyatakan penyerahan total.

Suara.com - Serangan balasan Iran ke wilayah Israel dilaporkan menyebabkan ribuan korban luka sejak perang pecah.

Otoritas kesehatan Israel menyebut lebih dari 2.700 warga mengalami cedera akibat rentetan rudal yang diluncurkan Teheran dalam beberapa hari terakhir.

Dalam laporan resmi yang dirilis Kementerian Kesehatan Israel, tercatat 2.745 warga telah dirawat di rumah sakit sejak konflik dimulai.

“Sebanyak 2.745 warga dirawat sejak awal perang, dan 85 orang masih menjalani perawatan,” bunyi laporan tersebut dilansir dari Tasnim News.

Pihak berwenang tidak merinci jumlah korban tewas dalam laporan tersebut.

Namun disebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir saja, puluhan orang kembali menjadi korban akibat serangan terbaru.

“Kami menerima 179 korban luka dalam 24 jam terakhir,” tulis laporan kementerian.

Serangan rudal Iran juga memicu kepanikan di sejumlah kota besar Israel, termasuk Tel Aviv dan wilayah Al-Quds.

Sirene peringatan udara dilaporkan berbunyi setelah sistem pertahanan mendeteksi peluncuran rudal dari Iran.

Baca Juga: Rekor Sejarah! IEA Lepas 400 Juta Barel Minyak Akibat Krisis Selat Hormuz

Komando Front Dalam Negeri Israel menyatakan alarm darurat diaktifkan di berbagai wilayah permukiman.

“Sirene peringatan dinyalakan di Tel Aviv dan komunitas permukiman di Al-Quds setelah terdeteksi rudal Iran menuju wilayah Israel,” kata pernyataan resmi.

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir.

Garda elit Iran itu bahkan menyatakan hanya memikirkan satu tujuan, Amerika Serikat dan Israel menyerah total.

“Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh,” kata IRGC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media mereka, Sepah News.

Militer Iran sebelumnya mengklaim meluncurkan rudal Khorramshahr ke berbagai target di Israel, termasuk fasilitas militer di Tel Aviv, Beer Yaakov, Yerusalem Barat, dan Haifa. Serangan juga disebut menyasar sejumlah posisi AS di Erbil, Irak.

Load More