- Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras pada Kamis malam setelah selesai *podcast* di YLBHI Jakarta Pusat.
- Serangan tersebut menyebabkan luka bakar kimiawi 24% dan melukai area vital seperti mata korban.
- Peristiwa ini dianggap ancaman terhadap demokrasi serta upaya membungkam kritik terhadap isu militerisme di Indonesia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal yang dilakukan oleh tim dokter, dampak dari air keras tersebut sangat menghancurkan.
"Andrie dilaporkan mengalami luka bakar sebanyak 24 persen pada bagian tubuhnya," kata Dimas.
Mengingat air keras memiliki sifat korosif yang terus merusak jaringan kulit jika tidak segera dinetralkan, luka 24 persen pada area wajah dan dada dikategorikan sebagai cedera serius yang dapat berdampak jangka panjang pada fungsi organ korban, terutama penglihatan.
Kasus penyiraman air keras terhadap pembela HAM bukanlah sekadar tindak kriminal biasa. Ini adalah serangan terhadap simbol perlawanan masyarakat sipil.
Banyak pihak menilai bahwa pola serangan ini menyerupai kasus-kasus lama yang menimpa figur kritis lainnya di Indonesia, di mana kekerasan fisik digunakan sebagai alat untuk menghentikan langkah para aktivis yang gigih mengkritik kebijakan pemerintah atau institusi tertentu.
Upaya Bungkam Suara Kritis
KontraS dan berbagai lembaga bantuan hukum mengecam keras tindakan ini. Mereka menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM.
Serangan ini terjadi saat Andrie Yunus sedang aktif menyoroti isu remiliterisme, sebuah topik yang seringkali bersinggungan dengan kepentingan kekuasaan besar.
"Secara hukum, perlindungan terhadap individu seperti Andrie Yunus telah diatur secara tegas dalam berbagai instrumen hukum nasional," kata Dimas.
Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Tindakan teror ini merupakan pelanggaran nyata terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM.
Desakan Penyelidikan Menyeluruh dan Motif Pelaku
Publik kini menunggu langkah tegas dari kepolisian untuk memberikan keadilan bagi Andrie Yunus.
Investigasi yang transparan sangat diperlukan untuk membuktikan bahwa negara hadir dalam melindungi warga negaranya yang kritis.
Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia.
"Jika kasus ini dibiarkan menguap tanpa penyelesaian hukum yang jelas, maka hal ini akan menjadi preseden buruk bagi masa depan kebebasan berpendapat di Indonesia," tegas Dimas.
Berita Terkait
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
YLBHI Desak Jaminan Hak Berserikat dan Kekuatan Eksekusi Hukum dalam RUU PPRT
-
Ketika Helm Baja Menjadi Senjata: Saatnya Memulangkan Brimob ke Posnya
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
YLBHI Ingatkan TNI Soal Rencana Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza: Tanpa Mandat PBB Bisa Ilegal
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
Terkini
-
Kisah Rosid Slameto: Mengembangkan Bisnis Sajadah Traveling Custom hingga Pasar Jepang
-
Kesal dengan Israel, Kim Jong Un Kepikiran soal Perang Nuklir
-
Bertemu di Istana Wapres, Gibran Rangkul dan Beri Hampers Lebaran Rismon Sianipar
-
Pastikan Pemudik Nyaman, Satker PJN DIY: Jalan Yogyakarta Sudah Bebas Lubang
-
Termasuk Indonesia, 8 Negara Sebut Israel Langgar Hukum Internasional karena Blokade Al Aqsa
-
Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak
-
KPK Sebut Yaqut Coba Suap Pansus Haji Pakai Dana Jemaah Khusus Rp17 Miliar
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz
-
Spanyol Berani Lawan Gertakan Trump: Kami Tidak Takut!