News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 19:07 WIB
Kelompok Hamas dilaporkan mengirim surat rahasia kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang berisi ucapan selamat sekaligus dukungan penuh dalam menghadapi musuh-musuh Islam, AS dan Israel. [Jerusalem post]
Baca 10 detik
  • Hamas mengirim surat rahasia kepada Mojtaba Khamenei, ucapan selamat dan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru Iran.
  • Hamas mengecam serangan militer Israel dan Amerika Serikat, menegaskan Iran adalah pendukung utama perjuangan mereka.
  • Duta Besar Iran membantah tuduhan keterlibatan Teheran dalam serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi baru-baru ini.

Suara.com - Kelompok Hamas dilaporkan mengirim surat rahasia kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang berisi ucapan selamat sekaligus dukungan penuh dalam menghadapi musuh-musuh Islam, AS dan Israel.

Dalam surat tersebut, Hamas menyatakan keyakinan bahwa kepemimpinan Mojtaba akan membawa kemenangan melawan Israel dan Amerika Serikat.

Dalam isi surat yang beredar di media sosial, Hamas memuji kemampuan Mojtaba dan menyebutnya sebagai sosok yang mampu memimpin kapal revolusi menuju kemenangan.

Pernyataan itu muncul meski beredar laporan dari sejumlah sumber Barat yang menyebut Mojtaba Khamenei itu berada dalam kondisi kesehatan buruk dan mengalami luka serius.

Hamas juga mengecam serangan militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.

Kelompok tersebut menegaskan bahwa Teheran selama ini menjadi salah satu pendukung utama perjuangan mereka, baik secara politik maupun logistik.

Dukungan terhadap Mojtaba bukan kali pertama disampaikan.

Pekan sebelumnya, Hamas bersama kelompok Jihad Islam Palestina juga mengeluarkan pernyataan terbuka yang menegaskan mereka akan terus berdiri bersama Iran, serta menyamakan posisi mereka dengan Hizbullah di Lebanon dalam menghadapi Israel dan Amerika.

Iran Bantah Serang Kilang Minyak Arab Saudi

Baca Juga: Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri

Sementara itu, duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, membantah tuduhan bahwa Teheran berada di balik serangan terhadap fasilitas minyak milik Arab Saudi.

Ia menegaskan bahwa jika Iran benar-benar melakukan serangan tersebut, negaranya tidak akan menutupinya dan akan mengumumkan secara terbuka.

Dalam wawancara di Riyadh, Enayati mengatakan Iran saat ini hanya menargetkan kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan.

Ia tidak menyebut pihak lain sebagai pelaku, namun menekankan bahwa hubungan Iran dan Arab Saudi tetap berjalan normal.

Pernyataan itu muncul setelah insiden di kilang Ras Tanura yang sempat menghentikan operasi akibat kebakaran kecil diduga karena serpihan drone.

Selain itu, laporan juga menyebut adanya percobaan serangan terhadap ladang minyak Shaybah di wilayah gurun dekat perbatasan Uni Emirat Arab.

Load More