- Amerika Serikat mengkonfirmasi sedikitnya 200 tentara luka akibat serangan rudal Iran selama Operasi Epic Fury.
- Sebanyak 13 anggota layanan AS tewas dalam perang, termasuk korban kecelakaan pesawat dan serangan drone di beberapa negara.
- Konflik ini menyebabkan lebih dari 1.300 warga Iran gugur, memicu kekhawatiran eskalasi regional dan kebijakan AS yang ambigu.
Suara.com - Amerika Serikat akhirnya mengakui sedikitnya 200 tentara menjadi korban akibat serangan rudal-rudal Republik Islam Iran, di seluruh pangkalan militer Timur Tengah Pakde Sam.
Juru Bicara Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengatakan, ratusan prajurit itu mengalami luka-luka yang bervariasi.
"Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 200 tentara terluka dalam rangkaian pertempuran," kata Hawkins, dikutip dari The Guardian, Selasa (17/3/2026).
Meskipun jumlah personel yang terluka cukup signifikan, Hawkins mencoba memberikan klasifikasi terkait tingkat keparahan luka tersebut.
Ia menekankan, sebagian besar tentara yang terkena dampak telah mendapatkan perawatan medis dan diizinkan kembali bertugas.
“Mayoritas dari cedera ini bersifat ringan. Sebanyak 180 orang sudah kembali bertugas,” kata Hawkins.
Namun, Hawkins memilih untuk tidak merinci lebih lanjut ketika ditanya mengenai jenis cedera spesifik yang dialami atau penyebab pasti dari luka-luka tersebut.
Detail Cedera dan Korban Serius
Meski pihak resmi CENTCOM menyatakan mayoritas luka bersifat ringan, laporan investigasi dari sumber lain memberikan detail yang lebih kelam.
Baca Juga: Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak
ABC News sebelumnya melaporkan bahwa cedera yang dialami personel militer mencakup luka bakar, luka akibat serpihan peluru (shrapnel), hingga cedera otak traumatis (TBI).
Dari total 200 orang yang terluka, Hawkins mengakui dalam laporan sebelumnya bahwa setidaknya terdapat 10 personel militer yang masuk dalam kategori “terluka parah”.
Kondisi ini mencerminkan betapa berbahayanya persenjataan yang digunakan dalam konflik simetris antara kekuatan Barat dan Iran.
Hingga hari Senin pekan ini, tercatat sebanyak 13 anggota layanan AS telah mati dalam perang melawan Iran ini.
Insiden fatal terbaru melibatkan enam awak pesawat pengisi bahan bakar militer AS yang jatuh di wilayah Irak barat pekan lalu.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang duka militer Amerika di tengah upaya mereka mengamankan kepentingan strategis di kawasan tersebut.
Berita Terkait
-
Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir
-
AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon
-
KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya
-
Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon
-
KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun
-
Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral
-
WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi
-
Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian
-
Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga
-
NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat