News / Nasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 14:38 WIB
Andrie Yunus. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • LPSK pada Senin (16/3/2026) memutuskan memberikan perlindungan menyeluruh kepada korban Andrie Yunus, saksi RF, dan keluarga korban.
  • Perlindungan mencakup pengamanan fisik, bantuan medis, pemenuhan hak prosedural, dan bantuan biaya hidup sementara untuk kasus penyiraman.
  • Korban disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) sepulangnya podcast; penyelidikan awal mengindikasikan keterlibatan empat terduga pelaku.

Achmadi juga mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap AY yang merupakan perbuatan kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia. 

Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia serta tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia yang telah diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998.

LPSK juga terus melakukan koordinasi secara intensif dengan aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait guna memastikan pemberian perlindungan terhadap korban, saksi, dan keluarga korban berjalan optimal sekaligus mendukung proses penanganan perkara secara efektif. 

Achmadi juga mengimbau kepada pihak-pihak yang mengetahui atau memiliki informasi penting terkait peristiwa tersebut agar tidak ragu memberikan keterangan dalam proses penyelidikan dan penyidikan, serta menegaskan kesiapan untuk memberikan perlindungan kepada saksi yang bersedia memberikan kesaksian.

Diketahui bersama, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK.

Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius, terutama di bagian mata kanan. Andrie disiram air keras sepulangnya dari Kantor YLBHI, usai melakukan siaran podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan penyelidikan, penyiraman terhadap Andrie melibatkan 4 orang. 

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan dari rekaman CCTV itu terlihat keempat terduga pelaku itu tengah menunggu korban di depan KFC Cikini, Jakarta Pusat.

"Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini," kata Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026) kemarin.

Baca Juga: Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu

Load More