News / Nasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 17:42 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Program Prioritas Presiden di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menangguhkan urusan Board of Peace (BoP) dan rencana pengiriman 8 ribu pasukan TNI ke Gaza.
  • Keputusan penundaan ini diambil karena adanya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah yang semakin meningkat.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan penangguhan ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Suara.com - Seluruh urusan perihal Board of Peace (BoP), termasuk rencana pengiriman 8 ribu pasukan TNI ke Gaza kini ditangguhkan. Keputusan tersebut dipilih pemerintah Indonesia menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang terus meningkat secara signifikan.

"Semua di-hold. Di-hold," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa penangguhan tersebut dilakukan sampai batas waktu yang hingga saat ini belum ditentukan oleh pihak pemerintah.

"Ya sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Pras.

Sebelumnya, terkait keterlibatan Indonesia dalam BoP bentukan Amerika Serikat (AS), Presiden Prabowo Subianto kembali menjelaskan bahwa tujuan utama Indonesia adalah kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," kata Prabowo.

Tetapi rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini dipastikan ditunda. Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.

Untuk penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran, Presiden Prabowo telah mengajukan diri sebagai mediator.

Konflik ini telah menciptakan ketidakpastian serta gejolak bagi semua negara di dunia. Menurut Prabowo, semua pihak harus bersedia berdialog untuk mengakhiri konflik.

Baca Juga: Bukan Program Unggulan, Ini Pos Anggaran yang Potensi Kena Pemangkasan

"Saran saya selalu mencari opsi damai," kata Prabowo.

---------------------

Catatan Redaksi: Kami mengganti judul dan keseluruhan isi artikel ini pada hari Selasa (17/3/2026) Pukul 21.05 WIB. Awalnya, artikel ini berjudul "Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional" yang diambil dari kantor berita Antara. Tapi setelah Redaksi Suara melakukan verifikasi langsung, tidak ada pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi soal pemberhentian penerbangan internasional dari Indonesia, sehingga kami melakukan penyuntingan ulang. Demikian pertanggungjawaban redaksi Suara.com, dan kepada publik kami memohon maaf.

Load More