News / Nasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 18:36 WIB
Suasana Blok B, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). [Suara.com/Dinda]
Baca 10 detik
  • Pasar Tanah Abang Blok B ramai dikunjungi pembeli yang mengutamakan sentuhan fisik tekstil, berbeda dengan kemudahan belanja daring saat ini.
  • Tren pakaian Lebaran tahun 2026 didominasi warna *butter yellow* untuk wanita, sementara bahan populer yang dicari pembeli adalah *paper silk*.
  • Menjelang pertengahan Ramadan, pola transaksi bergeser dari penjualan grosir ke dominasi pembelian secara eceran oleh pengunjung lokal.

Suara.com - Aroma tekstil baru menyeruak di antara peluh ribuan pengunjung yang memadati lorong-lorong sempit Blok B, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemandangan siang itu bak lautan manusia; para pria memanggul karung putih besar berisi stok pakaian, sementara para ibu dengan teliti meraba setiap helai kain yang dipajang.

Di salah satu sudut, tepatnya di Blok B Lantai SLG Los E, aktivitas terlihat begitu kontras. Manekin-manekin anggun mengenakan gamis dan koko berwarna pastel tampak mencolok di tengah keriuhan pembeli yang silih berganti masuk.

Meski belanja daring (online) kini sangat mudah, pasar fisik seperti Tanah Abang tetap memiliki daya tarik magis yang tak tergantikan, yaitu sentuhan tangan.

"Tapi harganya... pada pengennya pegang, beli gitu. Kalau di online kan gak bisa dipegang," celetuk salah seorang pembeli wanita di tengah riuhnya tawar-menawar.

Baginya, melihat rating di layar ponsel tidak cukup untuk menjamin kepuasan memilih baju Lebaran untuk keluarga.

Tren 'Butter Yellow' dan Kain 'Paper Silk'

Pak Dermawan, pemilik toko Molek I, tampak sibuk namun sumringah. Di tengah tumpukan baju koko dan gamis, ia berbagi cerita tentang geliat ekonomi yang jauh lebih segar dibanding tahun lalu.

“Ya alhamdulillah ada, lumayan. Jauh lebih bagus tahun ini (pendapatannya),” ujar Pak Dermawan saat ditemui Suara.com di tokonya pada Selasa (17/3/2026).

Bicara soal tren, Pak Dermawan mengungkapkan ada pergeseran warna yang signifikan tahun ini. Jika tahun lalu warna-warna bumi (earth tone) mendominasi, tahun ini ada satu warna yang menjadi primadona bagi kaum hawa.

“Warna tahun ini paling dicari sama masyarakat itu warna butter yellow. Tapi kalau untuk baju cewek ya. Kalau baju cowok biasanya sih ya banyakan krem,” jelasnya sambil menunjuk koleksi pakaian di tokonya yang bernuansa kuning lembut nan pucat.

Baca Juga: Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri

Tak hanya warna, jenis bahan pun menjadi pertimbangan utama. Menurut Pak Dermawan, pelanggan saat ini sangat menggandrungi bahan bernama paper silk.

"Katun, tapi dia bodi-bodi dia. Katun-katun tipis gitu," tambahnya mendeskripsikan tekstur bahan yang dicari pembeli Jabodetabek tersebut.

Dari Grosir ke Eceran

Memasuki pertengahan Ramadan, pola pembelian di Tanah Abang mulai berubah. Jika sebelum puasa pasar ini dipenuhi pedagang daerah yang membeli secara grosir, kini giliran pembeli eceran yang menyerbu.

“Kita sebelum bulan puasa itu pasti sudah ada grosirannya. Kalau bulan-bulan kayak gini kita memang banyakan ngecer,” tutur pria yang berencana mudik ke Wonosobo, Jawa Tengah, ini.

Bagi Pak Dermawan, hiruk-pikuk Tanah Abang adalah berkah yang harus disyukuri setelah masa-masa sulit pandemi. Harapannya sederhana, namun bermakna dalam bagi setiap pedagang di sana.

“Ya harapannya sih yang penting kita sebagai orang penjual itu sehat. Ya namanya penjualan itu kan semua orang juga pengennya kan tiap hari lakunya banyak. Tapi ya seberapa pun laku ya alhamdulillah syukur,” pungkasnya menutup perbincangan.

Load More