- Pemerintah fokus mengatasi risiko kesehatan pemudik akibat cuaca panas ekstrem, seperti potensi *heatstroke* selama perjalanan.
- Wakil Menteri Kesehatan mengingatkan pemudik menjaga hidrasi dan membatasi paparan panas berlebih saat menunggu atau bepergian.
- Posko kesehatan disiagakan di simpul transportasi seperti Gambir untuk penanganan darurat, termasuk bagi pemudik yang sedang berpuasa.
Suara.com - Selain kepadatan arus mudik, ancaman lain yang mulai menjadi perhatian pemerintah ialah cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
Kondisi ini dinilai berisiko memicu gangguan kesehatan serius bagi para pemudik.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan potensi heatstroke atau sengatan panas yang bisa terjadi saat pemudik menunggu keberangkatan atau melakukan perjalanan jauh.
“Pastikan minum cukup, hindari paparan panas berlebih, dan gunakan pelindung diri,” ujarnya saat meninjau Posko Kesehatan di Stasiun Gambir, Selasa (17/3/2026).
Suhu disejumlah wilayah Indonesia memang tercatat sedang tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa sejumlah perkotaan Indonesia bisa mencapai lebih dari 34 derajat Celsius pada siang hari.
Paparan panas berlebih dalam waktu lama itu dapat menyebabkan dehidrasi hingga heatstroke, kondisi darurat yang ditandai dengan suhu tubuh tinggi, pusing, hingga penurunan kesadaran.
Dante pun menyinggung aspek daya tahan tubuh selama perjalanan, termasuk bagi pemudik yang menjalankan ibadah puasa.
“Bagi musafir yang berpuasa namun merasa tidak kuat, diperbolehkan tidak berpuasa demi menjaga stamina dan keselamatan,” katanya.
Baca Juga: Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik
Posko kesehatan di simpul transportasi seperti Stasiun Gambir pun disiapkan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
Layanan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar hingga penanganan awal jika terjadi kegawatdaruratan.
Selain faktor panas, pemudik juga diminta tetap waspada terhadap penyakit menular, termasuk Campak, yang berpotensi menyebar di tengah kerumunan.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyiagakan berbagai fasilitas kesehatan di jalur mudik, mulai dari posko layanan hingga rumah sakit rujukan.
Langkah ini diambil untuk memastikan perjalanan mudik tetap aman di tengah kombinasi risiko kepadatan dan cuaca ekstrem.
Berita Terkait
-
Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing
-
H-4 Lebaran, Puluhan Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Pasar Senen
-
Masjid Perahu di Cilacap Jadi Rest Area Favorit Pemudik Jalur Selatan
-
Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik
-
Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
ACSET Divonis Denda Rp 350 Juta dalam Kasus MBZ
-
Jakarta Darurat Kuburan: Lahan Habis, Anggaran Dicoret
-
Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit
-
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
-
Satu Tewas Akibat Bencana Gempa Sulteng! Istana Koordinasi Demi Pemulihan Sigi dan Palu
-
Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan
-
KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Lebih Dulu, Terbuka Jika Kejagung Mau Koordinasi
-
KPK Minta Tambah Anggaran Rp762 Miliar, Sahroni: Tanggung, Rp5 Triliun Sekalian!
-
Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik