- Kebakaran hebat melanda area penumpukan pipa dan kabel PT Abinaya di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).
- Insiden yang diduga dipicu suhu panas tinggi menghanguskan area seluas 600 meter persegi di lokasi kejadian.
- Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 55 personel berhasil melokalisir api, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Suara.com - Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah area penumpukan pipa dan kabel milik PT Abinaya di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (18/3/2026).
Amukan si jago merah dilaporkan menghanguskan area seluas kurang lebih 600 meter persegi.
Kepala Seksi Operasional Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengonfirmasi adanya musibah tersebut.
Insiden bermula saat sejumlah warga sekitar dikejutkan dengan munculnya kobaran api dari tumpukan pipa air milik PDAM.
“Penyebabnya suhu panas tinggi, tiba-tiba muncul api,” ujar Wahid dalam keterangan tertulis.
Pihak pemadam kebakaran menerima laporan dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.16 WIB untuk melakukan tindakan darurat.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 55 personel dikerahkan ke titik api guna memutus perambatan kebakaran di tengah cuaca terik.
Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 13.18 WIB, hanya berselang dua menit setelah tiba di lokasi.
Tim di lapangan pun berhasil melokalisir perambatan api pada pukul 13.25 WIB sehingga tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
Baca Juga: Angin Kencang Picu Api Mengganas, Deretan Lapak di Kalideres Ludes Terbakar
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan pada pukul 14.34 WIB untuk memastikan tidak ada sisa bara yang tertinggal.
“Pemadaman berakhir pukul 14.45 WIB,” kata Wahid.
Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, total kerugian materiil yang dialami oleh pemilik perusahaan masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait.
Berita Terkait
-
Angin Kencang Picu Api Mengganas, Deretan Lapak di Kalideres Ludes Terbakar
-
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pemudik, Wamenkes Ingatkan Cukup Minum Selama Perjalanan
-
Mudik Tenang Cegah Kebakaran, Ini yang Wajib Dilakukan Sebelum Mengunci Pintu Rumah
-
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Lagi di Jatinegara, Paksa 31 Warga Mengungsi
-
Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Mampang Prapatan, 14 Jiwa Terpaksa Mengungsi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu