News / Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB
Tradisi kue Lebaran di Gaza [Facebook IN Palestine Today]
Baca 10 detik
  • Ibu di Gaza, Samira Touman, tetap membuat kue Idul Fitri tradisional meski rumahnya rusak akibat serangan militer Israel.
  • Keterbatasan gas memaksa Samira memanggang kue kaak dan maamoul menggunakan tungku kayu dari sisa perabotan rumah yang hancur.
  • Penutupan perbatasan meningkatkan harga bahan pokok secara signifikan, mempersulit perayaan Idul Fitri bagi banyak keluarga di Gaza.

Penutupan perbatasan dalam beberapa pekan terakhir memperparah situasi.

Pasokan makanan tersendat, harga melonjak, dan ketidakpastian semakin menghantui kehidupan sehari-hari warga.

Samira sendiri baru kembali ke rumahnya di Gaza utara setelah mengungsi berulang kali. Ia sempat tinggal di tenda di Khan Younis sebelum akhirnya memutuskan pulang.

“Pulang itu indah jika rumah masih layak. Tapi kami kembali ke reruntuhan, tanpa air dan infrastruktur,” katanya.

Di tengah segala keterbatasan, Samira tetap berharap Idul Fitri membawa perubahan.

“Kami berharap keadaan membaik, harga turun, dan kehidupan kembali stabil,” ujarnya dengan senyum tipis.

Load More