- Robert Mueller, mantan Direktur FBI, meninggal dunia pada usia 81 tahun setelah memimpin penyelidikan Rusia 2016.
- Mueller menjadi Direktur FBI tahun 2001, memimpin reformasi kontra-terorisme pasca serangan 11 September.
- Penyelidikan Mueller menghasilkan dakwaan 34 orang, tetapi tidak membuat kesimpulan pidana terhadap Presiden Donald Trump.
Suara.com - Mantan Direktur FBI dan penasihat khusus Amerika Serikat, Robert Mueller, meninggal dunia pada usia 81 tahun.
Mueller bukan sosok sembarangan, ia dikenal karena memimpin penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016 yang melibatkan Presiden Donald Trump.
“Dengan kesedihan mendalam kami menyampaikan bahwa Bob meninggal dunia pada Jumat malam. Keluarga meminta privasi dihormati,” bunyi pernyataan keluarga.
Mueller diangkat sebagai Direktur FBI oleh Presiden George W. Bush pada 2001, hanya sepekan sebelum serangan 11 September mengguncang Amerika Serikat.
Peristiwa itu membuatnya berada di pusat krisis nasional dan memimpin reformasi besar di tubuh FBI.
Ia memperkuat fungsi kontra-terorisme dan intelijen, serta menambah jumlah agen khusus.
Namun kebijakan pengawasan yang diperluas selama masa jabatannya juga memicu kritik dari kelompok hak sipil.
Nama Mueller kembali menjadi sorotan pada 2017 saat Departemen Kehakiman menunjuknya sebagai penasihat khusus untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu yang dimenangkan Trump.
Hubungan keduanya sejak awal dikenal tegang. Trump bahkan pernah menyebut penyelidikan tersebut sebagai hoax.
Baca Juga: Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor
Setelah kabar kematian Mueller, Trump menuliskan komentar nir empati yang memancing kontroversi.
“Robert Mueller baru saja meninggal. Bagus, saya senang dia mati. Dia tidak bisa lagi menyakiti orang tak bersalah,” tulis Trump.
Pernyataan itu memicu kecaman dari sejumlah politisi di Washington. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Dan Goldman, menyebut Mueller sebagai pelayan publik sejati.
“Kami berduka atas wafatnya Robert Mueller, veteran Vietnam, jaksa federal, Direktur FBI, dan penasihat khusus yang independen,” katanya.
Goldman juga membandingkan Mueller dengan Trump secara tajam.
“Mueller dan Trump adalah dua sosok yang berlawanan tentang apa arti pelayan publik. Semoga Mueller beristirahat dengan tenang,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur
-
Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress
-
Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas
-
Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia
-
Baru Diresmikan, Taman Bendera Pusaka di Jaksel Sudah Dipenuhi Sampah Berserakan
-
Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang
-
Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka
-
Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai
-
Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos