-
Rudal Iran menghantam sebuah gedung di Yerusalem dan melukai satu orang warga sipil.
-
Turki mengusulkan gencatan senjata singkat untuk memulai dialog perdamaian antara pihak yang berkonflik.
-
Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika-Israel dan tuntutan penghentian program nuklir Iran.
Suara.com - Suasana pagi di wilayah Yerusalem berubah mencekam setelah suara dentuman dahsyat terdengar di seluruh penjuru kota.
Pihak otoritas setempat mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut bersumber dari proyektil rudal kiamat yang diluncurkan oleh militer Iran.
Akibat dari serangan udara ini sebuah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan material yang cukup signifikan di lokasi kejadian.
Laporan medis terkini menyebutkan bahwa terdapat satu orang warga yang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.
Militer Israel segera bergerak cepat dengan mengerahkan unit pencarian dan penyelamatan ke titik jatuhnya material ledakan.
Petugas penyelamat difokuskan untuk menyisir area gedung yang terhantam serangan rudal Iran sebanyak dua kali tersebut.
Berdasarkan laporan AFP pada Selasa (24/3/2026) tim evakuasi masih terus memastikan tidak ada warga yang terjebak.
Peristiwa ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah adanya klaim komunikasi diplomatik dari pihak Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan telah menjalin pembicaraan rahasia dengan pejabat tinggi dari pihak Iran.
Baca Juga: Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
Namun pernyataan sepihak dari Washington tersebut langsung mendapatkan bantahan keras dari jajaran Pemerintah Teheran di Iran.
Peringatan serangan udara sempat berbunyi dua kali sebelum akhirnya dentuman keras memecah kesunyian di wilayah udara Yerusalem.
Seorang jurnalis internasional yang berada di lokasi melaporkan getaran hebat terasa saat proyektil tersebut mencapai sasaran.
Meski situasi sempat sangat tegang militer kini sudah mengizinkan warga untuk keluar dari bunker perlindungan mereka.
Tim medis memastikan bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa yang meninggal dunia akibat ledakan.
Kondisi keamanan di perbatasan dan pusat kota tetap diperketat guna mengantisipasi adanya serangan susulan dari pihak lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius
-
Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK
-
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan
-
Bom Molotov di Koja Dipicu Cemburu, Ibu Bonceng Anak Jadi Korban Salah Sasaran
-
Mikroplastik dan Ledaka Alga Berbahaya: Bagaimana Polusi Plastik Ganggu Keseimbangan Ekosistem
-
Greenpeace Cs Sorot APRIL Group, Sebut Pemasok Barunya Perusak Hutan
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek