News / Internasional
Rabu, 25 Maret 2026 | 15:25 WIB
Drone atau pesawat nirawak berharga mahal milik AS, yang diterjunkan saat perang agresi terhadap Iran. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Laporan WSJ mengungkap Eropa mendukung serangan AS ke Iran melalui bantuan udara dan maritim rahasia.
  • Prancis dan Jerman menyediakan pesawat pengisian bahan bakar, sementara Prancis serta Inggris mengerahkan kapal perang.
  • Eropa juga berperan diplomatik menekan Iran ke perundingan serta mengancam sanksi ekonomi besar jika gagal.

Suara.com - Laporan investigasi yang diterbitkan The Wall Street Journal menuding negara-negara di Eropa ternyata diam-diam ikut membantu militer Amerika Serikat dalam serangan ke Iran.

Meski sebelumnya negara-negara di Eropa menyebut tak mendukung serangan militer AS-Israel ke Iran, laporan investigasi itu justru mengungkap hal sebaliknya.

The Wall Street Journal menyebut angkatan udara Jerman dan Prancis mengoperasikan armada pesawat pengisian bahan bakar di udara.

“Misi ini memungkinkan operasi tempur berlangsung tanpa henti dan menghindari pendaratan berisiko,” ungkap sumber dalam investigasi tersebut.

Dukungan tersebut dilakukan secara tertutup demi menghindari reaksi publik dan ancaman keamanan di Eropa.

“Kerja sama ini diselimuti kerahasiaan karena kekhawatiran akan teror dan gejolak internal,” tulis laporan itu.

Rudal Iran (Tasnimnews)

Tak hanya di udara, i sektor maritim, Prancis dan Inggris juga mengerahkan kapal perang di sekitar Selat Hormuz. Operasi ini dilakukan bersama militer AS untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman dari ancaman Iran.

Tak hanya militer, Eropa juga memainkan peran diplomatik penting. Uni Eropa disebut menjadi “polisi baik” yang mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.

Diplomat Eropa bahkan membuka jalan bagi utusan AS, Steve Witkoff, untuk melakukan pembicaraan rahasia dengan Menteri Luar Negeri Iran.

Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran

“Mereka menyiapkan fondasi untuk negosiasi yang sensitif,” tulis laporan tersebut.

Di belakang layar, tekanan ekonomi juga diperkuat.

Brussel memperingatkan Iran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dalam 120 jam dapat berujung pada sanksi besar-besaran.

“Ini akan menjadi sanksi hari kiamat yang bisa melumpuhkan ekonomi Iran,” kata sumber diplomatik Belgia.

Perubahan sikap Eropa ini disebut dramatis. Presiden Trump, yang sebelumnya kerap mengkritik sekutu Eropa, kini justru melihat mereka sebagai mitra strategis.

“Dukungan Eropa memberi ruang bagi Trump untuk mengklaim pembicaraan produktif dan menunda serangan militer,” tulis laporan itu.

Load More