- Remaja Wales, Tristan Roberts, dihukum penjara seumur hidup karena membunuh ibu kandungnya, Angela Shellis.
- Pelaku merencanakan pembunuhan tersebut setelah mengungkapkan niat membunuh ibunya melalui pesan daring sebelumnya.
- Korban ditemukan di kawasan alam Prestatyn, Wales Utara, dan hakim menyatakan kejahatan itu sangat mengerikan.
Suara.com - Seorang remaja asal Wales, Tristan Roberts, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti membunuh ibu kandungnya, Angela Shellis.
Pengadilan setempat menetapkan masa minimum hukuman 22 tahun 6 bulan.
Hakim menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan yang sangat mengerikan.
“Ini adalah cara yang benar-benar mengerikan untuk meninggal. Ia dalam kondisi kesakitan dan ketakutan,” ujar hakim dalam sidang seperti dilansir dari The Sun.
Kasus ini mengejutkan karena pelaku sempat mengungkap rencana kejahatannya melalui pesan daring sebelum kejadian.
Dalam salah satu rekaman, ia berkata, “Malam ini saya akan membunuh ibu saya.”
Pengadilan juga mengungkap bahwa pelaku memiliki kebencian terhadap perempuan, termasuk ibunya sendiri.
Pelaku disebut merencanakan aksi tersebut selama beberapa minggu sebelum akhirnya melancarkan serangan.
Jenazah korban ditemukan di kawasan alam di Prestatyn, Wales Utara.
Baca Juga: WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup
Polisi awalnya kesulitan mengidentifikasi korban sebelum akhirnya mendapat laporan dari keluarga yang khawatir.
Saat ditangkap, pelaku bersikap tenang dan bahkan sempat bertanya kepada polisi.
“Apakah jasad yang Anda temukan adalah ibu saya?” ujarnya.
Keluarga korban menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini.
“Dia adalah ibu yang luar biasa, penuh kasih, dan tidak pernah menyerah untuk anak-anaknya,” kata pernyataan keluarga.
Mereka menambahkan, “Kehilangannya meninggalkan ruang yang tak akan pernah bisa terisi. Ia akan dirindukan setiap hari oleh banyak orang.”
Berita Terkait
-
WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup
-
Sebelum Bunuh Cucu Mpok Nori, Mantan Suami Diduga KDRT hingga Paksa Gugurkan Kandungan
-
Berpapasan di Polda Metro, Keluarga Minta Pembunuh Cucu Mpok Nori Dihukum Seberat-beratnya
-
Eks Suami Cucu Mpok Nori Sempat Ancam Bunuh Diri Gegara Ogah Pisah
-
Kondisi TKP Kontrakan Cucu Mpok Nori yang Diduga Dibunuh eks Suami, Barang-barang Masih Berantakan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus