News / Internasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 10:08 WIB
Ilustrasi Donald Trump-Benjamin Netanyahu [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Channel 12 Israel melaporkan Donald Trump bisa mengumumkan gencatan senjata pada Sabtu, 28 Maret, meski belum ada kesepakatan akhir dengan Iran.
  • Pejabat keamanan Israel sepakat memaksimalkan keuntungan perang sebelum AS menarik rem, dengan menyusun target prioritas di kediaman Netanyahu.
  • Konflik memanas usai AS dan Israel serang Iran pada 28 Februari hingga menewaskan Ali Khamenei, yang kemudian memicu balasan rudal ke pangkalan AS.

Suara.com - Presiden Donald Trump dilaporkan bakal segera mengambil langkah mengejutkan mewakili Pemerintah Amerika Serikat terkait konflik berdarah di Timur Tengah.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa sang presiden berpotensi mendeklarasikan penghentian perang secara sepihak dan memaksa Pemerintah Israel bersiap menghadapi keputusan tersebut.

Rencana itu kabarnya membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersiaga penuh mengejar target militer, mengingat perang ini bermula dari tewasnya Pemimpin Iran Ali Khamenei.

Media televisi Channel 12 yang berbasis di Tel Aviv baru saja merilis laporan mengejutkan mengenai skenario masa depan perang yang sedang berkecamuk ini.

Laporan tersebut menyebutkan adanya asumsi kuat di kalangan internal kabinet bahwa proklamasi penghentian perang kemungkinan dilakukan pada hari Sabtu, 28 Maret.

Otoritas setempat mengantisipasi pengumuman penghentian permusuhan tersebut meski kesepakatan akhir dan definitif dengan pihak Teheran belum benar-benar terwujud secara resmi.

Sumber-sumber keamanan menganggap bahwa kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan yang terperinci antara pihak Iran dan AS sangatlah rendah saat ini.

Meski begitu, mereka meyakini bahwa langkah antisipasi sangat diperlukan guna menghadapi kemungkinan munculnya sebuah "framework agreement."

Merespons potensi tersebut, jajaran pejabat senior di lingkaran politik dan keamanan setempat dilaporkan telah menyepakati sebuah taktik strategis baru.

Baca Juga: Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

Mereka secara aklamasi sepakat untuk "memanfaatkan sepenuhnya keuntungan yang diperoleh dalam perang" sebagai persiapan matang menghadapi skenario penghentian serangan udara.

Kesepakatan penting terkait masa depan operasi militer ini dicapai dalam sebuah pertemuan khusus yang diselenggarakan di kediaman pribadi sang perdana menteri.

Dalam pertemuan darurat tersebut, para petinggi keamanan Israel telah menentukan urutan prioritas tujuan yang harus segera dicapai "sebelum AS mengerem lajunya."

Laporan itu lebih lanjut menegaskan bahwa jika "rem seperti itu diterapkan," maka militer rezim Zionis akan langsung bergerak mengeksekusi tujuan-tujuan strategisnya.

Sebaliknya, jika pertempuran dibiarkan terus berlanjut tanpa henti, seluruh sasaran tempur tersebut akan dihancurkan secara berurutan seiring dengan penentuan target baru.

Konflik berskala besar ini sendiri meletus usai pihak sekutu melancarkan serangan militer gabungan terhadap fasilitas Teheran pada tanggal 28 Februari lalu.

Load More