News / Nasional
Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:27 WIB
Ilustrasi ojol. (Suara.com/Tsabita Aulia)
Baca 10 detik
  • Wacana WFH satu hari per minggu berpotensi menurunkan pendapatan ojol Jakarta yang fokus pada mobilitas pekerja kantoran.
  • Pengemudi ojol Depok menilai dampak kebijakan WFH minim karena penumpang mereka beragam, tidak hanya pekerja kantoran.
  • Dampak kebijakan WFH menunjukkan ketidakseragaman, tergantung pada lokasi operasional dan basis utama penumpang ojek daring.

Ia sendiri lebih fokus pada target kerja harian, yakni menyelesaikan sekitar 30 orderan.

Saat ditanya soal potensi penurunan pendapatan akibat WFH, Christian tetap optimistis.

"Enggak sih. Rezeki kan sudah ada yang atur," ujarnya.

Dampak Tidak Merata

Perbedaan pandangan antara Zainal dan Christian menunjukkan bahwa dampak kebijakan WFH satu hari dalam sepekan tidak dirasakan secara merata oleh pekerja sektor informal seperti ojol.

Bagi pengemudi di kawasan pusat perkantoran seperti Jakarta, mobilitas pekerja menjadi sumber utama penghasilan. Sementara di wilayah penyangga seperti Depok, aktivitas warga non-kantoran dan perputaran ekonomi lokal menjadi penopang utama yang membuat pendapatan relatif lebih stabil.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More