- Pemprov DKI Jakarta menunggu keputusan pusat mengenai penetapan hari untuk kebijakan WFH sekali sepekan.
- Gubernur Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI akan tegak lurus mengikuti regulasi dari pemerintah pusat.
- Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang menunggu payung hukum resmi berupa Peraturan Menteri (Permen).
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum dapat memastikan hari yang akan dipilih dan masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait rencana penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu kali dalam sepekan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bersikap tegak lurus dengan kebijakan pemerintah pusat.
Pramono menegaskan, pihaknya siap mengimplementasikan skema work from anywhere (WFA) maupun WFH bagi pekerja di lingkungan Jakarta jika regulasi dari pusat sudah ditetapkan. Menurutnya, hal ini bukanlah sebuah kendala bagi birokrasi di Jakarta.
"Untuk bekerja dari mana saja atau bekerja dari rumah, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti sepenuhnya apa yang menjadi arahan pemerintah pusat. Sehingga dengan demikian, bagi Pemerintah DKI Jakarta itu bukanlah sesuatu yang menjadi beban ataupun kesulitan," ujar Pramono kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).
Meski demikian, Pramono menyebutkan bahwa pihaknya saat ini masih dalam posisi menanti payung hukum resmi dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen) yang akan mengatur teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.
"Kami sedang menunggu apakah permennya segera dikeluarkan untuk pengaturan itu," tambahnya.
Belum Ada Ketentuan Hari
Saat ditanya mengenai rincian teknis, khususnya terkait penentuan hari apa yang paling efektif untuk menerapkan WFH dalam satu hari sepekan tersebut, Pramono belum memberikan jawaban spesifik.
Ia menekankan bahwa penentuan waktu pelaksanaan akan dikoordinasikan lebih lanjut agar selaras dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah pusat dalam menangani isu mobilitas dan penghematan energi.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan WFH ASN Segera Jalan Bulan Ini, Tunggu Pengumuman Resmi
"Pemerintah DKI Jakarta akan bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah pusat untuk menanganinya," tegasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Pemerintah Pastikan WFH ASN Segera Jalan Bulan Ini, Tunggu Pengumuman Resmi
-
DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang
-
Menteri Airlangga Menghadap Presiden Prabowo Bahas Harga BBM dan WFH
-
WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai
-
Kapan Gaji ke-13 ASN 2026 Cair? Ini Bedanya dengan THR
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar