- Pemudik seperti Resky (30) dan Dewi (35) merasa perjalanan mudik Lebaran berjalan lancar meskipun mobilitas tinggi.
- Para pemudik mengapresiasi kesiapan pemerintah dalam memastikan sarana transportasi umum berjalan nyaman dan tepat waktu.
- Tantangan utama pemudik adalah mahalnya biaya perjalanan dan sulitnya memperoleh tiket transportasi publik saat Lebaran.
Suara.com - Tradisi mudik Lebaran menjadi momen penuh makna bagi para perantau yang rindu berkumpul dengan keluarga. Meski dihadapkan pada lonjakan penumpang dan padatnya arus perjalanan, para pemudik mengaku tetap merasa nyaman karena tidak menemui kendala berarti.
Mereka juga mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi umum dengan baik.
Salah satunya diungkapkan Resky Andi (30). Setiap kali pulang ke kampung halaman, ia melalui perjalanan mudik yang sangat panjang. Pekerja swasta yang merantau di Jakarta sejak 2023 itu harus menempuh perjalanan dengan tiga moda transportasi sekaligus demi bisa sampai ke rumah orang tuanya di Bondowoso, Jawa Timur.
Resky memulai perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya dengan pesawat, dilanjutkan kereta api ke Jember, lalu bus menuju Bondowoso. Total biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, ia setidaknya harus merogoh kocek sekitar Rp1,65 juta untuk sekali perjalanan.
Meski demikian, Resky menilai layanan transportasi umum tetap berjalan lancar dan memuaskan, sehingga tidak menemui kendala berarti selama perjalanan.
“Dari sisi pelayanan oke. Jadwal keberangkatan on time, fasilitas juga nyaman, termasuk toilet yang bersih. Baik pesawat maupun kereta kemarin penuh pemudik, tapi tidak ada penurunan pelayanan,” ujar Resky saat ditemui di Stasiun Jember, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026).
Menurut Resky, mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi kewajiban sebagai anak.
Sebagai anak kedua sekaligus anak terakhir, ia merasa memiliki tanggung jawab emosional untuk pulang, terlebih orang tuanya kini semakin menua dan sang ayah akan segera memasuki masa pensiun tahun depan.
Meski hanya memiliki waktu singkat, yakni dari H-3 hingga H+3 Lebaran, ia tetap memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga.
Baca Juga: Kecelakaan di Jatim Melonjak 78 Persen Saat Lebaran, Kapolda: Seimbang dengan Pergerakan Arus
“Yah, kalau Lebaran memang mahal. Tapi demi bertemu orang tua di kampung, saya ikhlas. Toh saya hanya bisa pulang sekali setahun karena kerjaan banyak banget di Jakarta,” ujarnya.
Cerita serupa datang dari Dewi (35), pekerja swasta di Jakarta Pusat yang telah merantau sejak 2012. Ia mengatakan perjalanan mudik kali ini terasa lancar meski mobilitas masyarakat terpantau tinggi.
Pada mudik kali ini, Dewi memilih pulang ke Banyuwangi, Jawa Timur, menggunakan kereta api Singosari kelas ekonomi sekitar lima hari sebelum Lebaran, dengan harga tiket sekitar Rp500 ribu. Perjalanan selama kurang lebih 12 jam itu ia jalani dengan cukup nyaman karena pihak operator, PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), menurutnya, tetap memberikan pelayanan prima.
“Kereta ekonomi sekarang tempat duduknya sudah 2-2, jadi lumayan nyaman lah walaupun perjalanan jauh,” ungkap Dewi.
Meski rutin pulang kampung dua kali dalam setahun, Dewi mengakui bahwa mendapatkan tiket mudik Lebaran tetap menjadi tantangan setiap tahun. Ia berharap pemerintah dapat menambah jumlah armada transportasi umum untuk mengakomodasi tingginya permintaan.
“Saya berharap armada kendaraan umum tiap Lebaran ditambah jumlahnya. Karena pemudik ini kan banyak. Supaya lebih mudah dapat tiket pulang,” harapnya.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran, pemerintah hingga kekinian terus berupaya memastikan ketersediaan serta kualitas layanan transportasi umum bagi para pemudik.
Upaya ini diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Izin Tambang Galian C di Luwu Disorot: Warga Tak Dilibatkan, DPRD Turun Tangan
-
Rupiah Melempem, Dolar AS Naik ke Level Rp17.801
-
Intip Harta Kekayaan Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Baru Pilihan Prabowo
-
India Remehkan Indonesia, Turunkan Skuat Pelapis di FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Alasan Ini
-
Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK
-
5 Serum untuk Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak, Lengkap dengan Kandungan dan Review
-
Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
-
The Last House Seharusnya Menjadi Film Tentang Keluarga Bukan Monster
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Puluhan Senjata dan Amunisi Ditemukan Lagi di Sekolah Islam Harapan Ibu