- Peristiwa tragis penemuan tiga jenazah mengenaskan terjadi di Kampung Belau, Kedah, Malaysia pada Kamis, 26 Maret 2026.
- Korban adalah pasangan lansia dan anak mereka yang ditemukan tewas dengan kondisi terpisah dan upaya penghilangan bukti di TKP.
- Dugaan awal mengarah pada sang anak yang memiliki riwayat gangguan mental, kini kasus diselidiki berdasarkan Pasal 302 KUHP.
Yang lebih memilukan, kondisi kedua jenazah tersebut sudah tidak sempurna. Kepala kedua korban ditemukan terpisah dari badan mereka, dan terdapat tanda-tanda bahwa bagian tubuh lainnya juga sempat dipotong dalam upaya untuk melenyapkan bukti.
"Kami harus mendobrak masuk dan menemukan dua mayat, suami dan istri, terbungkus dan ditutupi dengan permadani dan pakaian, di area dapur rumah," lanjutnya.
Selain kedua jenazah di dapur, polisi melakukan penyisiran ke lantai atas dan menemukan jenazah Muhammad Shakir Zufayri di salah satu kamar.
Berbeda dengan orang tuanya, pemuda berusia 29 tahun itu ditemukan dengan luka di bagian leher.
Jejak Upaya Penghilangan Bukti
Penyelidikan awal menunjukkan adanya upaya sistematis untuk membersihkan tempat kejadian perkara (TKP).
Meskipun terdapat percikan darah di ruang tamu, polisi menemukan tanda-tanda bahwa pelaku sempat mencoba untuk mengelap dan membersihkan sisa-sisa darah tersebut sebelum akhirnya ditemukan oleh warga.
"Terdapat bercak darah di area ruang tamu dan bahkan ada tanda-tanda upaya untuk membuang mayat karena ada bekas-bekas di ruang tamu yang telah dibersihkan," jelas Hanyan Ramlan.
Berdasarkan tingkat pembengkakan dan aroma yang dikeluarkan, polisi memperkirakan pasangan suami istri tersebut telah meninggal dunia lebih dari 48 jam.
Baca Juga: PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
Namun, kondisi jenazah sang anak terlihat lebih "baru" dibandingkan kedua orang tuanya, yang memunculkan dugaan adanya rentang waktu kematian yang berbeda di antara para korban.
Hanyan menjelaskan kondisi tersebut secara mendalam. "Selain itu, jenazah suami dan istri tersebut terpisah, dengan kepala dan tubuh keduanya mulai membusuk, sementara jenazah lainnya masih segar. Ditambah lagi, ada jenazah yang telah dipotong-potong dalam proses pembuangan, termasuk kedua kepala yang terpenggal sementara tubuh lainnya menunjukkan tanda-tanda pemotongan," katanya.
Polisi juga menemukan sejumlah senjata tajam yang dikumpulkan dalam sebuah wadah di dekat jenazah ketiga (sang anak).
Hal ini memperkuat dugaan bahwa insiden ini melibatkan tindakan kekerasan yang terencana atau serangan brutal yang terjadi di dalam rumah tersebut.
Dugaan Motif dan Latar Belakang Pelaku
Hingga saat ini, penyelidikan mengarah pada dugaan bahwa pelaku pembunuhan ini adalah sang anak sendiri, yang kemudian mengakhiri hidupnya setelah melakukan aksi keji tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh polisi, Muhammad Shakir Zufayri diketahui memiliki riwayat gangguan mental beberapa tahun silam.
"Informasi yang diperoleh menyatakan bahwa pria berusia 29 tahun itu pernah mengalami gangguan mental pada tahun 2018 hingga 2019, tetapi tidak pernah mengganggu masyarakat sekitar," kata Hanyan.
Tragedi ini menjadi semakin memilukan karena salah satu anak korban lainnya, yang bertugas sebagai anggota tentara, baru saja meninggalkan rumah tersebut pada hari Senin untuk kembali bertugas di Johor setelah menghabiskan waktu libur Idul Fitri bersama keluarganya.
"Anak perempuan korban lainnya, yang bekerja sebagai tentara, baru saja kembali ke rumahnya di Johor, Senin lalu, setelah pulang kampung untuk merayakan lebaran di sana," tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian telah memanggil lima orang saksi untuk dimintai keterangan guna melengkapi berkas penyelidikan.
Seluruh jenazah telah dievakuasi ke Hospital Sultanah Bahiyah (HSB) di Alor Setar untuk menjalani proses autopsi.
Kasus ini secara resmi diselidiki di bawah Seksyen 302 Kanun Keseksaan Malaysia atas dugaan pembunuhan.
"Semua jenazah telah dikirim ke Rumah Sakit Sultanah Bahiyah (HSB) di Alor Setar untuk otopsi dan kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 302 KUHP," pungkas Hanyan.
Berita Terkait
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus