- Demonstrasi "No Kings" ketiga melanda berbagai kota besar AS sebagai protes terhadap kebijakan otoriter Presiden Trump.
- Para pengunjuk rasa menolak kebijakan perang AS, penegakan imigrasi agresif, dan kenaikan biaya hidup di seluruh negeri.
- Aksi protes ini dipicu oleh kematian dua warga oleh agen imigrasi federal di Minnesota pada Januari lalu.
Menariknya, aksi "No Kings" tidak hanya terjadi di kota metropolitan. Kota-kota kecil dengan populasi minim seperti Shelbyville di Kentucky dan Howell di Michigan juga diramaikan oleh warga yang membawa poster anti-perang dan kritik terhadap agen ICE (Immigration and Customs Enforcement).
Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Donald Trump telah menggunakan serangkaian perintah eksekutif untuk merombak struktur pemerintahan federal.
Ia juga mengerahkan Garda Nasional ke kota-kota AS meskipun mendapat penolakan dari para gubernur negara bagian. Kritikus memperingatkan bahwa langkah Trump yang menggunakan aparat penegak hukum untuk mengejar musuh politiknya adalah tindakan unikonstitusional.
Namun, dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump membantah tuduhan bahwa dirinya berperilaku seperti diktator.
"Mereka menyebut saya sebagai raja. Saya bukan raja. Langkah-langkah ini diperlukan untuk membangun kembali negara yang sedang krisis," klaimnya.
Aksi protes ini ternyata merembet ke mancanegara. Warga Amerika yang menetap di Paris, London, hingga Lisbon turut menggelar demonstrasi.
Mereka membawa spanduk yang menyebut sang presiden sebagai "fasis" dan "penjahat perang", sembari menuntut proses pemakzulan segera dilakukan.
Meskipun beberapa negara bagian telah memobilisasi Garda Nasional untuk berjaga-jaga, penyelenggara aksi tetap menjamin bahwa seluruh rangkaian demonstrasi akan berlangsung dengan damai dan tanpa kekerasan.
Baca Juga: Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia
Berita Terkait
-
Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang
-
Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati
-
WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb
-
Duel 2 Serum Wardah untuk Atasi Jerawat: Acne Care vs Acne Relief, Mana yang Beri Hasil Instan?
-
Bintang Harry Potter Cuan Besar Gabung OnlyFans, Gaji 12 Bulan Setara Main Film Bertahun-tahun
-
Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online
-
2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka
-
Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud