News / Internasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 12:18 WIB
Benjamin Netanyahu (IG Benjamin Netanyahu)
Baca 10 detik
  • Oposisi mengkritik Netanyahu karena dianggap melebih-lebihkan kemenangan Israel di tengah gempuran rudal Iran.

  • Sistem pertahanan udara Israel mulai menipis akibat serangan serentak dari Iran, Lebanon, dan Yaman.

  • Serangan rudal balistik di Beit Shemesh menyebabkan kerusakan parah serta melukai belas warga sipil.

Militer Israel baru saja mengonfirmasi keberhasilan mereka menjatuhkan sebuah pesawat tak berawak di wilayah Eilat.

Pesawat nirawak yang melintas di atas kota pelabuhan strategis tersebut diyakini dikirim langsung oleh kelompok Yaman.

Meskipun drone berhasil dijatuhkan, kecemasan utama Tel Aviv tetap tertuju pada ancaman rudal balistik Iran.

Sirene tanda bahaya kembali memecah keheningan di wilayah Selatan Israel dalam kurun waktu satu jam terakhir.

Penduduk di kawasan Negev kini harus bersiap menghadapi potensi ledakan dari langit akibat serangan balasan Iran.

Serangan rudal Iran sebelumnya telah memberikan dampak yang cukup fatal di wilayah Beit Shemesh, Israel.

Hantaman proyektil tersebut menyebabkan kehancuran infrastruktur yang luas dan melukai setidaknya sebelas orang warga setempat.

Sementara itu, garis depan di wilayah Utara masih menjadi titik pertempuran paling berdarah saat ini.

Pasukan Israel berusaha keras merangsek masuk ke Lebanon Selatan demi menciptakan sebuah zona penyangga keamanan.

Baca Juga: Sempat Tertahan, Kapal RI Kini Bisa Lewat Selat Hormuz? Ini Update Terbarunya

Langkah ini bertujuan untuk memukul mundur kekuatan Hizbullah agar menjauh dari garis perbatasan internasional Israel.

Load More