- Iran pada 27 Maret 2026 membuka jalur aman di Selat Hormuz khusus untuk kapal bantuan kemanusiaan.
- Keputusan ini diumumkan Duta Besar Iran untuk PBB, Ali Bahreini, meski blokade umum masih berlaku.
- PBB juga membentuk gugus tugas untuk mekanisme distribusi barang penting seperti pupuk di Selat Hormuz.
Suara.com - Meski sebelumnya menyatakan penutupan penuh Selat Hormuz sebagai respons atas eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel, Iran kini mengambil langkah berbeda.
Pada 27 Maret 2026, Teheran memutuskan untuk membuka satu jalur aman khusus bagi kapal yang membawa bantuan kemanusiaan.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk PBB, Ali Bahreini pada Jumat malam.
Kebijakan ini memungkinkan kapal-kapal bantuan internasional melintas guna menyalurkan kebutuhan penting kepada pihak yang terdampak konflik.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Iran untuk tetap mendukung distribusi bantuan kemanusiaan di tengah ketegangan yang terus meningkat.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa akses terhadap barang-barang vital harus tetap terjaga, terutama bagi wilayah yang membutuhkan.
"Keputusan ini mencerminan komitmen berkelanjutan Iran untuk mendukung upaya kemanusiaan dan memastikan bahwa mereka yang membutuhkan memiliki akses tanpa hambatan terhadap bantuan penting," tulis laporan Bernama.com
Namun, keputusan membuka jalur bantuan ini muncul hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada dalam kondisi diblokade.
Dalam pernyataan sebelumnya, IRGC menyebut seluruh aktivitas pelayaran di kawasan itu tetap berisiko menghadapi tindakan tegas.
Baca Juga: Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden
Di saat yang sama, PBB juga bergerak dengan membentuk gugus tugas khusus.
Inisiatif ini bertujuan menciptakan mekanisme baru di Selat Hormuz untuk menjaga arus distribusi barang penting.
Fokus utama mekanisme tersebut adalah memfasilitasi perdagangan pupuk serta pengiriman bahan baku terkait, guna menekan dampak kemanusiaan yang semakin meluas akibat konflik di kawasan tersebut.
Dengan adanya jalur khusus ini, Selat Hormuz kini berada dalam situasi yang kompleks, tetap diblokade secara umum, tetapi memberikan ruang terbatas bagi misi kemanusiaan internasional.
Berita Terkait
-
Sempat Tertahan, Kapal RI Kini Bisa Lewat Selat Hormuz? Ini Update Terbarunya
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah
-
Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global
-
Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS
-
Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association