News / Internasional
Minggu, 29 Maret 2026 | 11:05 WIB
Iran tetap buka Selat Hormuz untuk kapal kemanusiaan. [Google Maps]
Baca 10 detik
  • Iran pada 27 Maret 2026 membuka jalur aman di Selat Hormuz khusus untuk kapal bantuan kemanusiaan.
  • Keputusan ini diumumkan Duta Besar Iran untuk PBB, Ali Bahreini, meski blokade umum masih berlaku.
  • PBB juga membentuk gugus tugas untuk mekanisme distribusi barang penting seperti pupuk di Selat Hormuz.

Suara.com - Meski sebelumnya menyatakan penutupan penuh Selat Hormuz sebagai respons atas eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel, Iran kini mengambil langkah berbeda.

Pada 27 Maret 2026, Teheran memutuskan untuk membuka satu jalur aman khusus bagi kapal yang membawa bantuan kemanusiaan.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk PBB, Ali Bahreini pada Jumat malam.

Kebijakan ini memungkinkan kapal-kapal bantuan internasional melintas guna menyalurkan kebutuhan penting kepada pihak yang terdampak konflik.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Iran untuk tetap mendukung distribusi bantuan kemanusiaan di tengah ketegangan yang terus meningkat.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa akses terhadap barang-barang vital harus tetap terjaga, terutama bagi wilayah yang membutuhkan.

"Keputusan ini mencerminan komitmen berkelanjutan Iran untuk mendukung upaya kemanusiaan dan memastikan bahwa mereka yang membutuhkan memiliki akses tanpa hambatan terhadap bantuan penting," tulis laporan Bernama.com

Namun, keputusan membuka jalur bantuan ini muncul hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada dalam kondisi diblokade.

Dalam pernyataan sebelumnya, IRGC menyebut seluruh aktivitas pelayaran di kawasan itu tetap berisiko menghadapi tindakan tegas.

Baca Juga: Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden

Di saat yang sama, PBB juga bergerak dengan membentuk gugus tugas khusus.

Inisiatif ini bertujuan menciptakan mekanisme baru di Selat Hormuz untuk menjaga arus distribusi barang penting.

Fokus utama mekanisme tersebut adalah memfasilitasi perdagangan pupuk serta pengiriman bahan baku terkait, guna menekan dampak kemanusiaan yang semakin meluas akibat konflik di kawasan tersebut.

Dengan adanya jalur khusus ini, Selat Hormuz kini berada dalam situasi yang kompleks, tetap diblokade secara umum, tetapi memberikan ruang terbatas bagi misi kemanusiaan internasional.

Load More