News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB
Polisi Israel [shutterstock]
Baca 10 detik
  • Polisi Israel melarang Kardinal Pizzaballa masuk ke Gereja Makam Kudus saat ibadah Minggu Palma.

  • Pihak Gereja Katolik menyebut tindakan penghadangan tersebut sebagai preseden buruk yang sangat tidak proporsional.

  • Kejadian ini mencederai kebebasan beribadah umat Katolik di tengah situasi konflik yang masih memanas.

Padahal selama ini para pemimpin gereja telah berupaya kooperatif terhadap segala aturan keamanan yang ada.

Sejak konflik dengan Iran memanas pada Februari lalu, pihak gereja sudah mengikuti protokol ketat dari otoritas setempat.

Berbagai kegiatan publik yang mengundang massa dalam jumlah besar telah dibatalkan secara mandiri oleh pihak otoritas gereja.

Bahkan pengaturan jadwal ibadah pun telah disesuaikan sedemikian rupa agar hanya disiarkan secara daring ke seluruh dunia.

Semua pengorbanan dan penyesuaian tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan di tengah situasi perang yang berkecamuk.

Namun respon yang diterima dari pihak kepolisian Zionis Israel justru sangat kontradiktif dengan semangat kerja sama tersebut.

Pembatasan terhadap tokoh senior gereja merupakan "langkah yang benar-benar tak masuk akal dan sangat tidak proporsional," kata Patriark Latin Yerusalem.

Kritik tajam tersebut dilontarkan karena tindakan aparat dianggap telah melenceng jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dasar.

Kebijakan tersebut secara langsung telah mencederai prinsip kebebasan beribadah yang seharusnya dijamin bagi setiap individu.

Baca Juga: Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

Selain itu penghadangan ini merusak status quo yang telah dijaga selama berabad-abad di tanah suci Yerusalem.

Kini kegelisahan menyelimuti batin umat Katolik, baik yang berada di Yerusalem maupun di negara-negara lainnya.

Patriark Latin Yerusalem mengungkapkan "keprihatinan mendalam" terhadap umat Katolik di Yerusalem dan di penjuru dunia.

Kegiatan rohani yang seharusnya berlangsung khidmat justru terganggu oleh intervensi fisik dari aparat keamanan bersenjata.

Minggu Palma merupakan salah satu hari paling suci dalam kalender liturgi yang sangat dinantikan oleh jutaan jemaat.

Dunia kini menanti pertanggungjawaban atas terganggunya prosesi sakral di salah satu titik paling bersejarah bagi peradaban manusia.

Load More