- Garda Revolusi Iran mengonfirmasi hancurnya pesawat mata-mata E-3 AWACS milik AS di pangkalan militer Al Kharj, Arab Saudi, lewat serangan rudal dan drone.
- Gempuran mematikan ke fasilitas militer AS ini merupakan aksi pembalasan atas tewasnya Ayatollah Ali Khamenei akibat invasi gabungan pada 28 Februari.
- Pesawat E-3 AWACS yang berfungsi sebagai pusat komando hancur lebur, sementara beberapa pesawat lain di sekitarnya juga menderita kerusakan signifikan.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran sukses menghancurkan sebuah Pesawat Mata-mata AS yang berada di wilayah negara tetangga.
Meneyitat Tasnim News, Senin (30/3/2026), gempuran mematikan ini menyasar langsung Pangkalan Militer Al Kharj di Arab Saudi sebagai bentuk teguran keras terhadap fasilitas Militer Amerika Serikat.
Eskalasi tanpa henti ini merupakan aksi balas dendam berkelanjutan setelah terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei akibat operasi gabungan musuh pada akhir Februari lalu.
Pasukan elit Teheran secara resmi mengumumkan keberhasilan operasi militer mereka melalui sebuah pernyataan tertulis pada hari Minggu.
Operasi puncak tersebut dilakukan secara api dengan menggabungkan kekuatan mematikan dari rentetan rudal dan pesawat tak berawak secara bersamaan.
Target utama dari gempuran udara presisi ini adalah sebuah armada udara E-3 AWACS yang sangat diandalkan oleh pihak Washington.
Pesawat berteknologi canggih tersebut selama ini difungsikan secara khusus sebagai sistem peringatan dini, pengawasan udara, hingga pusat komando dan kendali.
Serangan ini dilakukan setelah operasi sebelumnya yang juga sempat menargetkan sejumlah pesawat pengisi bahan bakar milik musuh di pangkalan yang sama.
Pihak Angkatan Udara IRGC menyatakan bahwa aset militer milik pihak lawan tersebut telah berhasil dilumpuhkan tanpa ampun.
Baca Juga: Militer Iran: Tentara Amerika Serikat Bakal Jadi Makanan Hiu di Teluk Persia
Mereka mengeklaim bahwa armada yang menjadi sasaran utama tersebut dipastikan “hancur total” selama operasi militer berlangsung.
Tidak hanya itu, beberapa armada udara lain yang terparkir di lokasi terdekat juga dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat signifikan akibat ledakan.
Konflik berskala besar ini sendiri dipicu oleh kampanye militer tanpa intimidasi yang dilancarkan secara brutal oleh Washington dan rezim Zionis.
Invasi udara gabungan tersebut secara tragis telah merenggut nyawa Pemimpin Revolusi Islam dan sejumlah komandan senior militer dan warga sipil.
Rentetan serangan udara yang meluas dari pihak musuh terus menghujani berbagai lokasi militer maupun fasilitas sipil di seluruh penjuru Iran.
Gempuran tanpa pandang bulu tersebut telah memicu jatuhnya banyak korban jiwa menyebabkan sekaligus kerusakan infrastruktur negara yang sangat luas.
Berita Terkait
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi
-
Militer Iran: Tentara Amerika Serikat Bakal Jadi Makanan Hiu di Teluk Persia
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia