News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB
Direktur FBI Kash Patel (kiri) menjadi korban peretasan kelompok Handala yang disebut berafiliasi dengan pemerintah Iran. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Kelompok peretas 'Handala HackTeam' yang terafiliasi Iran berhasil meretas surel Direktur FBI Kash Patel, Senin (30/3/2026).
  • Peretasan ini merupakan balasan atas penyitaan empat domain situs oleh DOJ AS yang terhubung dengan grup Handala awal Maret 2026.
  • Akibat insiden ini, Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah USD10 juta untuk informasi penangkapan anggota Handala HackTeam.

Dalam sebuah unggahan di platform daring, Handala secara terang-terangan mengejek pemerintah Amerika Serikat dan menyebut penyitaan domain tersebut sebagai "pertunjukan konyol".

Kelompok Handala menambahkan dalam pernyataan mereka, "Kash Patel, kepala FBI saat ini, yang pernah melihat namanya dipajang dengan bangga di markas besar lembaga tersebut, sekarang akan menemukan namanya di antara daftar korban peretasan yang berhasil. Sistem FBI yang disebut 'tidak dapat ditembus' bertekuk lutut dalam hitungan jam oleh tim kami."

Jejak Digital Handala: Dari Militer Israel hingga Perusahaan Medis

Eskalasi serangan Handala telah meningkat pesat sejak dimulainya konflik terbuka antara koalisi AS-Israel melawan Iran.

Departemen Kehakiman AS mencatat, kelompok ini tidak hanya menyasar pejabat tinggi, tetapi juga infrastruktur sipil dan militer.

Sebelum menyasar Patel, Handala dilaporkan telah melakukan serangan malware terhadap perusahaan teknologi medis multinasional yang berbasis di AS.

Selain itu, kelompok ini juga terlibat dalam skandal kebocoran data sensitif milik sekitar 190 individu yang terkait dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pemerintah Israel.

Taktik mereka yang agresif dan bermotif politik, menunjukkan Handala bukan sekadar peretas kriminal biasa.

Lebih luas lagi, Handala berposisi sebagai instrumen perang asimetris yang digunakan Teheran untuk menggoyang stabilitas psikologis musuh-musuhnya.

Baca Juga: AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan

Sebagai bentuk respons serius, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengumumkan hadiah sebesar USD10 juta atau setara dengan Rp157 miliar, bagi siapa saja yang memiliki informasi yang dapat mengarah pada identifikasi atau penangkapan anggota Handala HackTeam.

Sayembara bernilai fantastis ini menunjukkan betapa krusialnya ancaman kelompok ini bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Load More