-
Personel PBB asal Indonesia gugur dalam pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
-
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan yang menewaskan pasukan perdamaian Indonesia.
-
Pemerintah Indonesia memprioritaskan keselamatan Kontingen Garuda di tengah meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah.
Keamanan aset dan manusia di bawah bendera PBB harus menjadi prioritas utama bagi seluruh negara yang bertikai.
"Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat," katanya.
Situasi di kawasan Timur Tengah memang sedang berada di titik nadir setelah adanya serangan udara besar-besaran.
Ketegangan terus meningkat di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
Iran lalu melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di kawasan tersebut.
Gejolak politik dan militer ini kemudian merembet hingga ke Lebanon karena keterlibatan kelompok bersenjata lokal yang militan.
Konflik meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel.
Aksi saling serang di wilayah perbatasan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam skala yang sangat besar sekali.
Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.
Baca Juga: Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru
Banyak infrastruktur sipil yang hancur dan memaksa ribuan orang harus mengungsi demi mencari tempat perlindungan aman.
Ternyata bukan hanya warga sipil yang terancam, melainkan juga satuan militer dari berbagai negara yang bertugas.
Insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga menelan korban dari kalangan personel UNIFIL dari berbagai negara.
Hal ini memicu kekhawatiran global mengenai efektivitas perlindungan terhadap petugas kemanusiaan di medan tempur yang sangat aktif.
Pemerintah Republik Indonesia melalui otoritas terkait terus memantau keadaan para prajuritnya yang berada di zona merah.
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menegaskan bahwa keselamatan personel Kontingen Garuda tetap menjadi prioritas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump
-
Siap-siap! Mendagri Sebut Kebijakan WFH demi Hemat Energi Diumumkan Besok
-
Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial
-
Prajurit TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon, Kodim Siapkan Upacara Militer
-
Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?
-
DPR Dorong Bebas, Kejagung: Nasib Amsal Sitepu di Tangan Hakim
-
Sempat Dibuang Pelaku, Potongan Tangan dan Kaki korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Cariu Bogor
-
Apa Dampak Houthi Blokir Selat Bab Al Mandab di Tengah Perang Iran?
-
Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, Praka Farizal Akan Dimakamkan Secara Militer di Kulon Progo