News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 12:32 WIB
Ilustrasi TNI (Pexels)
Baca 10 detik
  • Personel PBB asal Indonesia gugur dalam pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

  • Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam keras serangan yang menewaskan pasukan perdamaian Indonesia.

  • Pemerintah Indonesia memprioritaskan keselamatan Kontingen Garuda di tengah meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah.

Keamanan aset dan manusia di bawah bendera PBB harus menjadi prioritas utama bagi seluruh negara yang bertikai.

"Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat," katanya.

Situasi di kawasan Timur Tengah memang sedang berada di titik nadir setelah adanya serangan udara besar-besaran.

Ketegangan terus meningkat di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Iran lalu melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di kawasan tersebut.

Gejolak politik dan militer ini kemudian merembet hingga ke Lebanon karena keterlibatan kelompok bersenjata lokal yang militan.

Konflik meluas ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah ikut melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel.

Aksi saling serang di wilayah perbatasan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam skala yang sangat besar sekali.

Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.

Baca Juga: Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru

Banyak infrastruktur sipil yang hancur dan memaksa ribuan orang harus mengungsi demi mencari tempat perlindungan aman.

Ternyata bukan hanya warga sipil yang terancam, melainkan juga satuan militer dari berbagai negara yang bertugas.

Insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga menelan korban dari kalangan personel UNIFIL dari berbagai negara.

Hal ini memicu kekhawatiran global mengenai efektivitas perlindungan terhadap petugas kemanusiaan di medan tempur yang sangat aktif.

Pemerintah Republik Indonesia melalui otoritas terkait terus memantau keadaan para prajuritnya yang berada di zona merah.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menegaskan bahwa keselamatan personel Kontingen Garuda tetap menjadi prioritas.

Load More