-
Amerika Serikat merencanakan invasi darat ke Iran setelah serangan udara dinilai tidak efektif.
-
Iran menyiapkan satu juta tentara dan strategi perang gerilya untuk menghadapi pasukan elit Amerika.
-
Mayoritas rakyat dan sekutu internasional menentang rencana serangan darat karena risiko ekonomi tinggi.
Tidak hanya marinir, Gedung Putih juga mengutus 3.000 prajurit dari Divisi Lintas Udara Ke-82 yang dikenal sangat legendaris sejak era Perang Dunia II.
Pasukan penerjun payung ini biasanya memiliki tugas khusus untuk melakukan infiltrasi dan menyerang area jauh di belakang garis pertahanan musuh.
Satuan elit lainnya seperti Delta Force dan Baret Hijau juga dilibatkan dalam misi rahasia guna melakukan sabotase infrastruktur vital lawan.
Secara akumulatif, total pasukan yang diterjunkan mencapai 10.000 personel, jumlah yang jauh lebih ramping dibandingkan invasi Irak tahun 2003 silam.
Dengan jumlah personel yang terbatas, para analis meyakini bahwa target Amerika Serikat hanyalah penguasaan titik-titik strategis tertentu di wilayah pesisir.
Beberapa lokasi yang menjadi incaran utama adalah Pulau Kharg yang merupakan urat nadi ekspor minyak mentah milik pemerintah Iran.
Selain itu, Pulau Qeshm yang diduga menjadi basis pengembangan teknologi rudal dan Pulau Larak sebagai kunci kendali Selat Hormuz juga menjadi sasaran.
Sementara itu, pasukan dari Divisi Lintas Udara Ke-28 direncanakan bergerak jauh ke daratan untuk melumpuhkan fasilitas nuklir di Isfahan.
Pemerintah Iran sendiri tidak tinggal diam dan terus memantau setiap pergerakan armada militer Amerika Serikat dengan sangat waspada.
Baca Juga: AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan
Reza Sayah, seorang koresponden dari stasiun televisi PBS di Teheran, mengungkapkan bahwa Iran telah bersiap menghadapi invasi ini selama bertahun-tahun.
Laporan dari The New Arab menyebutkan bahwa Iran telah memobilisasi hingga satu juta tentara untuk membentengi wilayah kedaulatan mereka.
Teheran juga melontarkan ancaman untuk memperluas cakupan perang hingga ke wilayah Laut Merah melalui aktivasi sel tempur di Yaman.
Langkah ini bertujuan untuk memutus jalur logistik maritim global di Selat Bab al-Mandab yang menghubungkan perdagangan Asia dan Eropa.
Iran dikabarkan telah mempelajari kegagalan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam serta konflik berkepanjangan di Afghanistan dan Irak sebagai bahan evaluasi.
Bantuan teknis dan nasihat militer dari Rusia serta China juga memperkuat sistem pertahanan udara dan laut milik angkatan bersenjata Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia