- Menko PM Muhaimin Iskandar mengkritik jaksa Karo menilai nilai proses kreatif videografer kasus korupsi proyek desa nol rupiah.
- Cak Imin menilai pendekatan hukum menganggap ide dan proses kreatif bernilai nol merupakan kekeliruan berbahaya bagi industri.
- Pernyataan ini disampaikan Senin, 30 Maret 2026, menekankan perlunya apresiasi nilai ekonomi kreatif untuk pertumbuhan nasional.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), melontarkan kritik keras terhadap cara pandang jaksa dalam menangani kasus korupsi proyek video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menyeret videografer Amsal Christy Sitepu sebagai terdakwa.
Cak Imin menilai pendekatan jaksa yang menganggap ide, gagasan, hingga proses kreatif seperti editing dan dubbing tidak memiliki nilai, bahkan disebut bernilai Rp0, sebagai kekeliruan serius yang bisa berdampak luas.
“Proses kreatif adalah nyawa dari industri kreatif, harusnya diapresiasi keahliannya bukan justru dinihilkan harganya bahkan dikriminalisasi,” ujar Cak Imin kepada wartawan, Senin (30/3/2026).
"Kalau ide, gagasan, dan proses kreatif dinilai Rp0, itu bukan hanya keliru, itu berbahaya. Itu sama saja dengan membunuh kreativitas," katanya menambahkan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap perkara yang menjerat Amsal, di mana aspek kerja kreatif dipersoalkan dalam konstruksi kerugian negara.
Alih-alih dipandang sebagai bagian dari nilai produksi, kerja kreatif justru diposisikan seolah tidak bernilai.
Bagi Cak Imin, logika itu tidak hanya problematik dalam satu kasus, tetapi juga berpotensi menjadi preseden buruk bagi ekosistem ekonomi kreatif secara keseluruhan.
Ia menekankan bahwa dalam industri kreatif, nilai utama justru berada pada proses, mulai dari riset, eksplorasi ide, produksi, hingga eksekusi, yang tidak bisa diukur dengan pendekatan konvensional seperti barang fisik.
“Kalau kreativitas dihargai nol, siapa yang mau berkarya?” ujarnya.
Baca Juga: Pekerja Seni vs. Hukum: Dilema Empati Publik di Kasus Videografer Amsal Sitepu
Lebih jauh, ia mengingatkan dampak sistemik yang bisa merembet ke dunia pendidikan.
Menurutnya, jika cara pandang tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kampus-kampus kehilangan minat untuk mengembangkan bidang kreatif.
“Jangan sampai kampus-kampus kita nanti kehilangan minat untuk mengajarkan kreativitas, karena dianggap tidak punya nilai,” kata dia.
Cak Imin juga menyinggung realitas bahwa jutaan masyarakat Indonesia kini menggantungkan hidup pada sektor ekonomi kreatif, mulai dari konten kreator, videografer, editor, hingga desainer.
Dalam konteks itu, ia menilai pendekatan hukum yang tidak sensitif terhadap karakter kerja kreatif justru bisa menimbulkan ketakutan kolektif di kalangan pelaku industri.
“Jangan sampai pendekatan yang tidak tepat justru membuat para kreator takut berkarya dan kehilangan semangat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah saat ini tengah berupaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru. Karena itu, menurutnya, perlindungan terhadap pekerja kreatif menjadi hal mendasar.
“Kalau kita ingin ekonomi kreatif tumbuh, maka kita harus mulai dari hal paling dasar, mengakui bahwa kreativitas itu bernilai. Bukan nol, tapi justru menjadi fondasi,” tuturnya.
Cak Imin mengingatkan bahwa arah kebijakan hari ini akan menentukan masa depan ekosistem kreatif Indonesia.
Berita Terkait
-
Viral Kasus Amsal Sitepu Diduga Mark Up Proyek Desa, Segini Tugas dan Gaji Ideal Videografer!
-
Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu
-
Pekerja Seni vs. Hukum: Dilema Empati Publik di Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
Cak Imin Ajak Masyarakat Olahraga Jelang Buka Puasa: Sehat Itu Bikin Umur Panjang dan Lebih Irit
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association