-
PM Australia resmi memotong pajak bahan bakar hingga separuh selama tiga bulan ke depan.
-
Kebijakan ini bertujuan meringankan beban warga akibat lonjakan harga minyak dunia saat ini.
-
Eskalasi konflik di Timur Tengah menyebabkan gangguan pasokan energi melalui jalur Selat Hormuz.
Anggaran jumbo tersebut setara dengan nilai lebih dari Rp42,5 triliun jika dihitung dalam mata uang lokal.
Pemerintah tidak hanya menyasar pengguna kendaraan pribadi dalam skema bantuan ekonomi berskala nasional ini.
Sektor transportasi logistik juga mendapatkan perhatian khusus melalui penyesuaian biaya penggunaan jalan bagi armada truk berat.
Diharapkan efisiensi biaya angkut ini dapat menekan laju inflasi pada harga barang konsumsi di pasar.
Pemerintah menyadari bahwa sektor distribusi merupakan tulang punggung ekonomi yang sangat sensitif terhadap harga energi.
Kondisi ekonomi domestik yang sedang tidak menentu menjadi alasan utama di balik keputusan cepat kabinet.
"Kami membuat harga bahan bakar menjadi lebih murah saat ini, karena kami memahami warga Australia sedang berada di bawah tekanan yang serius," kata PM Albanese.
Keputusan strategis ini lahir setelah melalui serangkaian diskusi panjang dalam pertemuan Kabinet Nasional yang intens.
Para pemimpin dari berbagai negara bagian serta teritori memberikan dukungan penuh terhadap langkah proteksi ekonomi ini.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
Pertemuan tersebut juga menyepakati empat poin utama dalam Rencana Keamanan Bahan Bakar Nasional Australia.
Saat ini otoritas berwenang menyatakan bahwa negara telah melangkah ke fase kedua dari rencana besar tersebut.
Fokus utamanya adalah memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan distribusi yang berarti.
Meskipun situasi global memanas Australia merasa masih memiliki cadangan waktu sebelum mengambil tindakan yang lebih ekstrem.
Kebijakan yang lebih ketat seperti pembatasan kuota distribusi bahan bakar belum akan diterapkan dalam waktu dekat.
Pemerintah tetap memantau perkembangan situasi di mancanegara secara saksama setiap harinya untuk menentukan langkah lanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Soroti Kasus Amsal Sitepu, Cak Imin: Kreativitas Dinilai Rp0 Bisa Hancurkan Industri Kreatif
-
Teror Air Keras Andrie Yunus Diduga Libatkan 16 Orang, Tim Advokasi: Ada Perwira dan Sipil
-
Dasco Kecam Israel yang Bunuh Prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon
-
Singgung Gus Yaqut, Eks Wamenaker Noel Minta Jadi Tahanan Rumah: Harus Ajukan Dong!
-
Rapat Bersama DPR, Mendagri Paparkan Capaian Strategis Kinerja Kemendagri
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Buka Opsi Penarikan Pasukan UNIFIL
-
Dapat Perintah dari Putin, Rusia Kirim Bala Bantuan ke Iran
-
Cerita Pemudik di Arus Balik Lebaran, One Way dan Contraflow Bikin Arus Balik 2026 Lancar
-
Pulihkan Ekonomi, Satgas PRR Fokus Benahi Tambak dan Keramba Terdampak
-
Perubahan Iklim Picu Turbulensi Pesawat, Ini Solusi Peneliti Terinspirasi dari Cara Terbang Burung