- Terdakwa korupsi, Amsal Christy Sitepu, mengklaim adanya intimidasi berupa pemberian brownis di rutan oleh jaksa.
- Kejaksaan Agung RI melalui Kapuspenkum membantah intimidasi, menyatakan pemberian kue tersebut bagian program Jaksa Humanis.
- Amsal dituntut dua tahun penjara terkait korupsi proyek video profil desa di Karo, Sumatera Utara.
Suara.com - Klaim terdakwa kasus dugaan korupsi Amsal Christy Sitepu soal intimidasi oleh jaksa memunculkan polemik baru. Sorotan mengarah pada pemberian sekotak brownis di rutan yang disebut Amsal sebagai bentuk tekanan, namun dibantah Kejaksaan Agung RI.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Anang Supriatna mengklaim pemberian kue tersebut bukan intimidasi, melainkan bagian dari program “Jaksa Humanis”.
“Terkait adanya pemberian kue, hanya programnya, katanya dalam rangka Jaksa Humanis. Tidak hanya yang bersangkutan, beberapa pun ada dikasih kok,” kata Anang dikutip dari ANTARA, Senin (30/3/2026).
Anang juga membantah adanya tekanan terhadap Amsal selama proses hukum berlangsung.
“Kalau dari versi pengakuan Kajari, tidak pernah melakukan intimidasi. Enggak ada,” ujarnya.
Amsal: ‘Saya Nggak Takut, Saya Nggak Salah’
Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Amsal mengaku didatangi seorang jaksa saat berada di rumah tahanan. Ia menyebut sempat diberi sekotak brownis sembari diminta mengikuti proses hukum tanpa “ribut” di media sosial.
"Tapi saya bilang saya nggak takut, saya nggak salah," ucapnya.
Amsal juga menegaskan akan tetap melawan proses hukum yang menjeratnya, meski mengaku mendapat tekanan.
Baca Juga: Bidik Tersangka Pejabat! Kejagung Geledah 14 Lokasi Terkait Kasus Tambang Ilegal Samin Tan
"Saya bilang tidak, saya akan tetap melawan. Walaupun saya tahu, banyak orang bilang kau akan dibenam, kalau kau melawan kau akan dibenam," kata dia.
Ia juga berharap tidak ada lagi pelaku ekonomi kreatif yang mengalami hal serupa.
Dalam perkara ini, Amsal dituntut dua tahun penjara oleh jaksa terkait dugaan korupsi proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Selain itu, jaksa juga menuntut denda Rp50 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana tiga bulan kurungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe