-
Amerika Serikat mengerahkan unit Army Rangers dan Navy SEALs untuk memperkuat keamanan Timur Tengah.
-
Pasukan khusus difokuskan untuk menjaga stabilitas jalur perdagangan di kawasan perairan Selat Hormuz.
-
Kesiagaan militer meningkat setelah Iran melakukan penutupan jalur laut sejak akhir Februari lalu.
Suara.com - Gelombang baru kekuatan militer Amerika Serikat kini mulai membanjiri kawasan Timur Tengah yang sedang mengalami gejolak hebat.
Kehadiran personel dari kesatuan khusus ini menjadi sinyal serius dari Washington dalam merespons situasi keamanan yang kian tidak menentu.
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi telah menginstruksikan unit Army Rangers dan Navy SEALs untuk segera mendarat di titik rawan.
Kedatangan ratusan prajurit dengan kualifikasi terbaik ini bertujuan untuk memperkuat posisi militer mereka di tengah tensi yang meninggi.
Meskipun sudah berada di lokasi, otoritas pertahanan belum merilis tugas operasional yang bersifat spesifik bagi para prajurit tersebut.
Pengerahan Pasukan Khusus di Selat Hormuz
Kehadiran mereka diproyeksikan untuk memberikan dukungan tambahan dalam mengawal perairan strategis di kawasan Selat Hormuz.
Wilayah perairan ini menjadi titik krusial mengingat adanya blokade efektif yang dilakukan pihak Iran sejak akhir Februari lalu.
Dua pejabat militer AS mengatakan kepada The New York Times bahwa pasukan itu kini telah bergabung dengan ribuan marinir dan pasukan terjun payung Angkatan Darat yang sudah siaga lebih dulu di sekitar Iran.
Baca Juga: Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa jalur logistik dan pergerakan armada internasional tidak terganggu oleh pihak lawan.
Sinergi antara pasukan darat dan laut ini diharapkan mampu menciptakan efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba memicu konfrontasi.
Kualifikasi Mematikan Resimen Ranger ke-75
Army Rangers yang tergabung dalam Resimen Ranger ke-75 merupakan unit yang memiliki reputasi tempur sangat mematikan di dunia.
Karakteristik utama mereka adalah kelincahan dalam bergerak serta kemampuan eksekusi misi gabungan yang sangat rumit dan berbahaya.
Dilansir Army Mil, Resimen Ranger menjadi pasukan utama Angkatan Darat AS dalam operasi serangan langsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru