- Klaim AS-Israel bahwa kemampuan militer Iran melemah dibantah oleh data lapangan yang menunjukkan sebaliknya.
- Iran meluncurkan total 6.770 rudal dan drone antara 28 Feb - 31 Mar, dengan target utama UEA, Israel, Arab Saudi, dan Qatar.
- Meski menerima 21.000 serangan, intensitas balasan Iran membuktikan keseimbangan kekuatan militer di lapangan tetap terjaga.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat dan Israel sebelumnya sempat sesumbar mengeklaim bahwa kekuatan tempur musuh mereka kini mulai melemah.
Namun, klaim AS-Israel tersebut kini terbantahkan mentah-mentah setelah rilis data lapangan mengungkap fakta yang sangat mengejutkan mengenai intensitas Serangan Drone dan Rudal Iran.
Data yang mencakup periode pertempuran dari 28 Februari hingga 31 Maret lalu tersebut secara gamblang membuktikan bahwa keseimbangan militer di lapangan sama sekali tidak berubah.
Selama periode operasi militer gabungan tersebut, pihak Teheran dilaporkan telah meluncurkan total 6.770 serangan rudal dan pesawat tak berawak ke berbagai negara Teluk serta wilayah pendudukan.
Tingginya intensitas serangan balasan ini sekaligus menyingkap fakta bahwa kemampuan tempur Teheran sama sekali tidak melemah secara signifikan.
Menariknya, Uni Emirat Arab (UEA) justru menjadi negara yang paling sering menjadi sasaran empuk gempuran dari pihak Iran.
UEA tercatat menjadi target dari 2.429 serangan rudal dan pesawat tak berawak, diikuti oleh Israel di posisi kedua dengan 1.365 serangan.
Distribusi target ini menyoroti prioritas Teheran yang lebih mengutamakan negara-negara Teluk dalam strategi pembalasan regional mereka.
Target lainnya mencakup Arab Saudi yang menerima 866 serangan serta Qatar yang dihantam sebanyak 256 kali.
Baca Juga: Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak
Di sisi lain, jumlah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada periode yang sama dilaporkan mencapai angka 21.000.
Angka tersebut menciptakan perbedaan yang sangat signifikan dalam jumlah total serangan antara kedua belah pihak yang bertikai.
Berita Terkait
-
DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina, Disebut Langkah Menuju Genosida
-
Hujan Rudal Balistik Iran Hantam Israel Tengah Picu Sirine Bahaya di Tel Aviv
-
Rontok di Langit Khomein, Iran Hancurkan Drone Canggih MQ-9 Milik AS-Israel
-
Trump: AS Akan Keluar dari NATO! PM Inggris Balas 'Bodo Amat'
-
Akhirnya Israel Khianati AS, Stok Rudal Tomahawk Makin Sedikit
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
-
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan