-
Pentagon merancang operasi pemindahan uranium Iran yang melibatkan ribuan pasukan dan alat berat.
-
Donald Trump meragukan keberhasilan misi karena lokasi material nuklir terkubur sangat dalam.
-
Ketegangan militer antara Amerika, Israel, dan Iran terus meningkat pasca serangan Februari 2026.
Suara.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon kini tengah menyodorkan strategi militer terbaru kepada Donald Trump.
Strategi ini berfokus pada upaya pembersihan material uranium yang telah diperkaya di wilayah kedaulatan Iran.
Kabar mengenai rencana besar ini pertama kali dipublikasikan oleh media terkemuka The Washington Post pada Rabu.
Langkah ini diambil setelah adanya permintaan langsung dari Trump untuk mengamankan bahan radioaktif berbahaya tersebut.
Operasi ini diprediksi akan menjadi salah satu misi militer yang paling kompleks dalam sejarah modern.
Pihak keamanan menilai misi ini memiliki level risiko yang sangat tinggi bagi seluruh personel.
Ratusan hingga ribuan tentara Amerika Serikat kemungkinan besar akan dikerahkan untuk menyukseskan pengambilan material itu.
Proses pengangkutan alat-alat berat menuju lokasi target harus dilakukan melalui jalur udara secara masif.
Belum pernah ada sejarah di mana operasi ekstraksi material radioaktif dilakukan dengan skala sebesar ini.
Baca Juga: Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah
Seorang sumber anonim memaparkan betapa teknisnya pengerjaan di lapangan yang harus dihadapi militer Amerika.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa tim lapangan harus membawa peralatan penggalian dalam jumlah yang banyak.
Lapis beton yang tebal serta pelindung timbal yang kokoh menjadi penghalang utama bagi tim teknis.
“Anda harus mendapatkan peralatan penggalian, menembus beton dan pelindung timbal … dan kemudian entah bagaimana mencapai bagian dasar silo tersebut, mengeluarkan kontainer berisi material nuklir, dan menerbangkannya keluar,” kata salah satu sumber anonim yang mengetahui masalah ini kepada The Washington Post.
Penjelasan teknis tersebut menggambarkan betapa mustahilnya misi ini jika tidak dipersiapkan dengan sangat matang.
Setiap detik dalam operasi tersebut sangat berharga karena menyangkut keselamatan nyawa dan keamanan lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas
-
Skandal Korupsi MBG: Kejagung Ungkap Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Proyek Motor BGN
-
Pendapatan Ojol Turun Usai Skema 8 Persen, DPR Minta Tarif Diatur
-
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026, Bakal Urai Kemacetan Grogol Hingga Slipi
-
Main Proyek Ompreng MBG, Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan Ditahan Kejagung Terkait Korupsi BGN!
-
Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi
-
Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Diduga Rendahkan Perempuan, Gerindra Ingatkan Kader Jaga Etika
-
Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan
-
Akhiri Banjir Seatap, Kemanggisan Kini Ditata: Jalan Inspeksi Harus Bebas Bangunan Liar!
-
Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK