-
Pentagon merancang operasi pemindahan uranium Iran yang melibatkan ribuan pasukan dan alat berat.
-
Donald Trump meragukan keberhasilan misi karena lokasi material nuklir terkubur sangat dalam.
-
Ketegangan militer antara Amerika, Israel, dan Iran terus meningkat pasca serangan Februari 2026.
Saat melakukan sesi wawancara dengan CBS, Trump memilih untuk bersikap tertutup mengenai kemenangan operasi ini.
Ia tidak memberikan jawaban pasti mengenai status kemenangan tanpa berhasil mengeluarkan cadangan uranium dari Iran.
Mantan Presiden tersebut mengaku bahwa dirinya belum memberikan pemikiran mendalam mengenai detil teknis pengambilan material.
Trump menyadari bahwa lokasi penyimpanan bahan nuklir tersebut berada di posisi yang sangat sulit dijangkau.
Trump mengatakan ia bahkan tidak memikirkannya, serta menambahkan bahwa uranium tersebut “terkubur sangat dalam” dan “akan sangat sulit bagi siapa pun.”
Ketegangan antara Iran dan Israel sendiri telah memuncak sejak pertengahan tahun lalu tepatnya Juni.
Israel meluncurkan serangan udara karena mencurigai adanya program nuklir militer rahasia yang dikelola oleh Teheran.
Pemerintah Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan mengklaim program mereka bertujuan untuk perdamaian.
Aksi saling balas serangan antara kedua negara tersebut berlangsung sengit selama periode dua minggu.
Baca Juga: Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah
Amerika Serikat sempat melakukan intervensi dengan menyerang fasilitas nuklir Iran pada malam tanggal 22 Juni.
Sebagai balasan atas aksi Amerika, Teheran meluncurkan rudal yang mengarah ke pangkalan udara Al Udeid.
Gencatan senjata akhirnya tercapai setelah Trump mengumumkan berakhirnya perang singkat selama 12 hari tersebut.
Namun situasi kembali memanas pada awal tahun 2026 melalui serangan gabungan Amerika dan Israel.
Serangan tertanggal 28 Februari 2026 itu menyasar banyak titik vital di Teheran dan kota lainnya.
Insiden berdarah tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah dan memakan korban jiwa dari sipil.
Iran tidak tinggal diam melihat wilayah kedaulatannya kembali digempur oleh kekuatan militer asing yang besar.
Pihak Teheran segera meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel sebagai bentuk pertahanan diri mereka.
Selain Israel, target serangan Iran juga mencakup berbagai fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.
Konflik ini memicu kekhawatiran global mengenai potensi perang nuklir yang bisa meledak kapan saja.
Dunia internasional kini terus memantau setiap langkah Pentagon dalam menjalankan rencana pengambilan uranium tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kirab Bendera Pusaka di Monas Jadi Magnet Warga, Ada yang Datang Sejak Pagi
-
Tak Hanya Pelajar, ASN DKI Jakarta Juga Diperbolehkan WFH Besok
-
Bikin Merinding! No Na Nyanyikan Tanah Airku Rayakan HUT RI, Diminta Dibawakan Saat FIFA ASEAN Cup
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga
-
3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan
-
PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen