- Dua siswa SMPN 33 Gresik mengalami luka tembak akibat kegiatan latihan menembak Marinir di area sekolah tersebut.
- Korban Darrel Fausta Hamdani harus menjalani operasi pemasangan pen pada tulang tangan kiri akibat terkena proyektil peluru.
- Pihak kesatuan berjanji menanggung biaya pemulihan meski sempat terjadi perdebatan terkait fasilitas kamar perawatan di rumah sakit.
Suara.com - Orang tua korban salah tembak di Gresik, Jawa Timur Darrel Fausta Hamdani, Dewi Muniarti, menceritakan peristiwa yang menyebabkan anaknya harus menjalani operasi akibat peluru menyasar tangan kiri Darrel.
Kejadian tersebut terjadi di mushola sekolah SMPN 33 Gresik saat ada kegiatan sosialisasi sekolah tingkat lanjut dari SMKN Krian Sidoarjo.
Terdapat dua korban dari peristiwa tersebut. Selain Darrel, korban lainnya mengalami luka tembak di bagian punggung. Keduanya dilarikan ke Rumah sakit Siti Khadijah.
Di rumah sakit, Dewi mengaku didatangi oleh perwakilan dari Kesatuan atas nama perwira Sutaji yang meminta maaf karena peristiwa salah tembak ini.
“Pada hari itu dan pada saat kejadian itu, sedang berlangsung latihan tembak dari Marinir. Terkonfirmasi ada 4 batalion di sana,” kata Dewi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026).
"Beliau menyampaikan di samping itu, meminta kepada keluarga korban untuk bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan saya tidak boleh laporan kemana-mana, dan saya tidak boleh mem-viralkan, dan beliau menyampaikan komitmen akan bertanggung jawab penuh mulai penyembuhan, pemulihan anak-anak sampai tuntas," katanya menambahkan.
Namun, Dewi mengungkapkan terjadinya polemik ketika anaknya baru akan menjalani operasi. Sebab, dia mengaku bertemu oleh dokter yang menjadi perwakilan dari kesatuan.
Sebelum operasi dimulai, kata Dewi, perwakilan kesatuan itu menudingnya memanfaatkan keadaan dengan meminta fasilitas kesehatan dengan kamar VIP B.
“Di situ saya jelaskan bahwasanya, saya mengambil tipe itu, itu menyesuaikan kemampuan dan kenyamanan saya. Kalau saya mau, apa yang disampaikan oleh Bapak Siregar tadi pada saat di UGD, saya akan mengambil kamar yang terbaik, tapi itu tidak saya lakukan, karena saya berpikir, ya kalau akan di cover semuanya, kalau tidak, maka itu akan jadi tanggung jawab saya penuh, makanya saya mengambil VIP B,” tutur Dewi.
Baca Juga: BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
Perdebatan mengenai penggunaan fasilitas kamar VIP itu disebut menunda proses operasi yang dibutuhkan Darrel.
Padahal, Dewi menilai saat itu kondisi anaknya cukup darurat untuk segera dilakukan operasi.
Pada kesempatan yang sama, Dewi menunjukkan foto rontgen tangan kiri anaknya. Dalam foto tersebut, terlihat ada peluru yang mengenai tulang jari tengah pada tangan kiri Darrel.
“Namun anak saya, ini kena tulangnya. Kena tulangnya sehingga dia dipasang pen. Tepat di tengah-tengah. Jadi tangan kirinya ada pemasangan pen-nya,” ungkap Dewi.
Berita Terkait
-
Gagal 2 Kali Mediasi, Ibu Korban Peluru Nyasar Berikan Somasi Hingga Lapor Pomal Kodaeral
-
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh
-
Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena