-
Donald Trump mengeklaim misi strategis militer di Iran hampir rampung dengan kemenangan besar.
-
Presiden AS mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika negosiasi diplomatik tidak mencapai kesepakatan.
-
Trump mendesak negara-negara dunia untuk mengambil alih kendali keamanan di wilayah Selat Hormuz.
Dampak dari saling balas serangan ini juga mengakibatkan kerugian di sisi personel militer Amerika Serikat selama masa operasi.
Tercatat belasan anggota militer Amerika Serikat kehilangan nyawa dalam upaya menjalankan perintah penyerbuan ke wilayah musuh tersebut.
Selain korban jiwa, ratusan prajurit lainnya juga dilaporkan menderita luka-luka akibat hantaman senjata kiriman pasukan pendukung Teheran.
Trump menekankan bahwa pengorbanan para prajurit ini menjadi motivasi utama bagi pemerintah untuk menuntaskan misi secepat mungkin.
"Kini kita harus menghormati mereka dengan menyelesaikan misi tersebut," katanya.
Meskipun kekuatan militer telah dikerahkan secara masif, pintu dialog diplomatik kabarnya masih diupayakan untuk tetap terbuka bagi kedua pihak.
Namun, Trump memberikan peringatan keras bahwa kegagalan dalam kesepakatan akan berujung pada pengrusakan sistem kelistrikan secara nasional di Iran.
Hingga saat ini, Amerika Serikat memang sengaja menghindari serangan langsung terhadap sektor minyak yang menjadi jantung ekonomi negara tersebut.
Pilihan untuk tidak membumihanguskan ladang minyak dilakukan demi memberikan satu kesempatan terakhir bagi pihak lawan untuk berunding secara damai.
Baca Juga: Iran Balas Dendam dengan Targetkan Helikopter AS di Kuwait dan Sistem Radar Canggih Milik Israel
"Kami belum menyerang ladang minyak mereka, meski itu target paling mudah, karena itu tak memberi mereka peluang untuk bertahan. Namun, kami bisa menyerangnya dan itu akan hilang," katanya.
Ketergantungan Amerika Serikat terhadap pasokan energi yang melewati jalur Selat Hormuz diklaim sudah tidak lagi menjadi masalah krusial.
Presiden Trump menyatakan bahwa negara yang dipimpinnya kini berada pada posisi aman secara energi dan tidak terpengaruh blokade jalur pelayaran.
Ia menilai kondisi internal Iran saat ini sudah berada di titik terendah, baik dari sisi kemampuan perang maupun ketahanan ekonomi nasionalnya.
Amerika Serikat justru menantang negara-negara lain yang masih membutuhkan energi untuk mengambil tindakan berani dalam mengamankan jalur laut tersebut.
"Bagian tersulit telah selesai. Ketika konfl
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
-
Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul
-
Polemik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta, Disindir Rossa hingga Disomasi LBH Jabar
-
Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis
-
Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei
-
Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang
-
Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD
-
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza
-
Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia