News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 16:48 WIB
Rudal Iran (Kantor Berita Iran)
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengeklaim misi strategis militer di Iran hampir rampung dengan kemenangan besar.

  • Presiden AS mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika negosiasi diplomatik tidak mencapai kesepakatan.

  • Trump mendesak negara-negara dunia untuk mengambil alih kendali keamanan di wilayah Selat Hormuz.

Dampak dari saling balas serangan ini juga mengakibatkan kerugian di sisi personel militer Amerika Serikat selama masa operasi.

Tercatat belasan anggota militer Amerika Serikat kehilangan nyawa dalam upaya menjalankan perintah penyerbuan ke wilayah musuh tersebut.

Selain korban jiwa, ratusan prajurit lainnya juga dilaporkan menderita luka-luka akibat hantaman senjata kiriman pasukan pendukung Teheran.

Trump menekankan bahwa pengorbanan para prajurit ini menjadi motivasi utama bagi pemerintah untuk menuntaskan misi secepat mungkin.

"Kini kita harus menghormati mereka dengan menyelesaikan misi tersebut," katanya.

Meskipun kekuatan militer telah dikerahkan secara masif, pintu dialog diplomatik kabarnya masih diupayakan untuk tetap terbuka bagi kedua pihak.

Namun, Trump memberikan peringatan keras bahwa kegagalan dalam kesepakatan akan berujung pada pengrusakan sistem kelistrikan secara nasional di Iran.

Hingga saat ini, Amerika Serikat memang sengaja menghindari serangan langsung terhadap sektor minyak yang menjadi jantung ekonomi negara tersebut.

Pilihan untuk tidak membumihanguskan ladang minyak dilakukan demi memberikan satu kesempatan terakhir bagi pihak lawan untuk berunding secara damai.

Baca Juga: Iran Balas Dendam dengan Targetkan Helikopter AS di Kuwait dan Sistem Radar Canggih Milik Israel

"Kami belum menyerang ladang minyak mereka, meski itu target paling mudah, karena itu tak memberi mereka peluang untuk bertahan. Namun, kami bisa menyerangnya dan itu akan hilang," katanya.

Ketergantungan Amerika Serikat terhadap pasokan energi yang melewati jalur Selat Hormuz diklaim sudah tidak lagi menjadi masalah krusial.

Presiden Trump menyatakan bahwa negara yang dipimpinnya kini berada pada posisi aman secara energi dan tidak terpengaruh blokade jalur pelayaran.

Ia menilai kondisi internal Iran saat ini sudah berada di titik terendah, baik dari sisi kemampuan perang maupun ketahanan ekonomi nasionalnya.

Amerika Serikat justru menantang negara-negara lain yang masih membutuhkan energi untuk mengambil tindakan berani dalam mengamankan jalur laut tersebut.

"Bagian tersulit telah selesai. Ketika konfl

Load More