- Francine Widjojo menyampaikan keluhan warga terkait masalah banjir, longsor sampah, dan keamanan kepada Gubernur.
- Warga Jakarta menyoroti buruknya pengelolaan sampah, respons lambat penopingan pohon, serta minimnya dukungan bagi para kader posyandu.
- Francine mengkritik kebijakan pembatasan hewan peliharaan karena dianggap tidak memiliki landasan ilmiah yang jelas bagi masyarakat luas.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, menyampaikan berbagai keluhan krusial warga Jakarta dalam Rapat Paripurna pada Senin (30/3/2026).
Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Reses tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta.
Francine menegaskan bahwa persoalan banjir masih menduduki peringkat teratas dalam daftar keresahan masyarakat di ibu kota hingga saat ini.
“Yang sering jadi masalah di Jakarta sampai saat ini dan sering dikeluhkan oleh warga adalah masalah banjir,” kata Francine dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai, perencanaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani luapan air belum berjalan optimal, terutama di kawasan sekitar Kali Pesanggrahan.
“Sehingga airnya justru meluap ke area Pondok Pinang yang biasanya sering banjir, sekarang banjirnya makin tinggi,” tutur Francine.
Selain masalah air, tragedi longsor di TPST Bantar Gebang yang menelan tujuh korban jiwa memicu desakan agar pengelolaan sampah dilakukan dengan lebih taktis.
“Misal hari Senin mengambil sampah plastik, hari Selasa mengambil sampah kertas, hari Rabu ambil sampah B3, dan seterusnya. Dengan demikian, warga secara otomatis memilah sampah dari sumber,” papar Francine lagi.
Isu keamanan juga tidak luput dari sorotan, di mana warga mulai menagih janji-janji politik yang pernah dilontarkan oleh Pramono Anung.
Baca Juga: Gubernur DKI Tunggu Kepastian Pusat soal WFA ASN
“Terkait keamanan, secara spesifik dalam aspirasinya, banyak warga menanyakan janji terkait CCTV,” urai Francine.
Ia juga menyuarakan nasib para kader posyandu, yang hingga kini tidak mendapatkan honorarium karena terganjal status aturan sebagai tenaga sukarela.
“Kendalanya justru dari peraturan, karena dinyatakan bahwa kader posyandu adalah tenaga sukarela. Akibatnya tidak bisa menerima honorarium,” beber Francine.
Persoalan lingkungan seperti lambannya respons penopingan pohon di area publik turut menjadi materi pengaduan yang disampaikan kepada pihak eksekutif.
“Ada kasus pohon yang rongganya sudah kosong dan warga minta ditebang karena khawatir tumbang, tapi berbulan-bulan tidak dilakukan. Warga yang melapor malah diminta untuk menyiapkan pohon-pohon penggantinya. Padahal pohon yang diminta ditebang berada di area publik,” cetus Francine.
Terakhir, kader PSI ini mengkritik rencana kebijakan pembatasan hewan peliharaan yang dinilai tidak memiliki landasan ilmiah yang kuat.
“Mulai Mei 2026, Gubernur melarang warga Jakarta memelihara lebih dari 5 ekor hewan penular rabies per rumah. Belum ada landasan ilmiahnya maupun landasan teknis terkait larangan ini," kata dia.
"Sementara dalam reses, banyak sekali warga yang memelihara hewan. Bahkan aspirasinya adalah minta ditambah kuota sterilisasi, khususnya untuk kucing-kucing,” Francine menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Jangan Ketinggalan Promo KFC 17 Agustus 2026, Cek Cara Klaim Voucher di Sini
-
Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan
-
6 Cara Layering Serum yang Benar agar Bahan Aktifnya Bekerja Maksimal
-
Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah
-
The Dream Life of Mr. Kim: Sisi Rentan Pekerja Senior di Dunia Korporat
-
Mengenal Teknologi Robotik ROSA yang Bantu Operasi Lutut Lebih Presisi
-
Iran Tolak Buka Selat Hormuz Meski Diancam AS, Harga Minyak Naik Tipis
-
CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis
-
Traveling Makin Praktis, Sewa Mobil Kini Bisa Dipesan Lewat Aplikasi
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan