- Mayjen Purn Dr. Komaruddin, memimpin acara Halal Bihalal di Aula Soeryadi pada Kamis, 2 April 2026.
- Purnawirawan TNI AD diajak mempererat persatuan serta menjaga integritas dan nilai perjuangan meski masa dinas telah resmi berakhir.
- Purnawirawan diminta berperan aktif menjaga stabilitas nasional serta menjadi teladan masyarakat..
Suara.com - Semangat pengabdian prajurit tak boleh luntur meski masa dinas telah usai. Pesan kuat inilah yang ditekankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Mayjen Purn Dr. Komaruddin, dalam sambutan acara Halal Bihalal PPAD 2026 yang digelar di Aula Soeryadi Kantor PP-PPAD, Kamis (2/4/2026).
Ia mengajak seluruh keluarga besar purnawirawan TNI AD untuk tetap teguh menjaga nilai-nilai kejuangan yang telah diwariskan para pendiri PPAD. Menurutnya, purnawirawan memiliki peran krusial sebagai perekat persatuan bangsa di tengah dinamika zaman.
Bagi Komaruddin, Halal Bihalal bukan sekadar rutinitas tahunan pasca-Idulfitri. Ia memandang momentum ini sebagai sarana penguatan fondasi organisasi dan ikatan batin antaranggota.
"Halalbihalal memiliki makna yang sangat mendalam karena momentum ini menjadi sarana untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang telah lama kita junjung tinggi, baik dalam kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Komaruddin di hadapan pengurus pusat dan jajaran pengawas PPAD.
Ia mengingatkan bahwa rekam jejak pengabdian purnawirawan adalah modal besar untuk terus berkontribusi bagi negara.
“Sebagai keluarga besar purnawirawan TNI Angkatan Darat, kita telah melalui berbagai dinamika pengabdian kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu, semangat kebersamaan, loyalitas, dan integritas harus terus kita jaga dan wariskan, termasuk dalam kehidupan kita saat ini sebagai bagian dari masyarakat,” paparnya.
Menghadapi Tantangan Global dan Hoaks
Di era digital ini, Komaruddin menyoroti tantangan berat yang dihadapi Indonesia, mulai dari pergeseran geopolitik global hingga kemajuan teknologi informasi yang masif. Meski membuka peluang, arus informasi yang tak terkendali juga membawa risiko besar seperti polarisasi sosial.
Ia mewanti-wanti agar purnawirawan tidak lengah terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat yang dapat memecah belah bangsa. Purnawirawan TNI AD dituntut untuk tetap peka dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan tidak mudah terprovokasi.
Baca Juga: Ajak Bakar Mabes Polri, TikTokers Laras Faizati Curhat Lewat Surat di Penjara, Begini Isinya!
"Lebih dari itu, keberadaan kita harus tetap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara," tegasnya.
Tanggung Jawab Moral untuk Stabilitas Negara
Menutup sambutannya, Komaruddin menegaskan bahwa purnawirawan tetaplah bagian dari solusi bangsa. Ia menekankan pentingnya peran aktif dalam menjaga stabilitas dan mendukung kebijakan nasional yang pro-rakyat.
"Kita adalah bagian dari anak bangsa yang memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan nasional, serta ikut menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.
Acara Halal Bihalal ini dihadiri oleh para Ketua Badan Pertimbangan, Penasihat Ketua Umum, Badan Pengawas, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, serta seluruh jajaran pengurus dan staf PP-PPAD.
Berita Terkait
-
Doa Ibu Jelang Sidang Vonis Laras Faizati: Semoga Anak Saya Bebas dan Hidupnya Kembali!
-
Bela Laras Faizati, 4 Sosok Ini Ajukan Diri Jadi Amicus Ciriae: Unggahan Empati Bukan Kejahatan!
-
Di Sidang, Laras Faizati Ucap Terima Kasih ke Mahfud MD, Minta Semua Aktivis Dibebaskan
-
Ajak Bakar Mabes Polri, TikTokers Laras Faizati Curhat Lewat Surat di Penjara, Begini Isinya!
-
Jejak Rekonsiliasi, Momen PPAD Ziarah ke Makam Pahlawan Timor Leste
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel
-
Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku
-
Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah
-
Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan
-
Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Terbukti Palsu, 14 Jam Tangan Mewah Jimmy Sutopo Ternyata Cuma Barang KW
-
Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan