News / Metropolitan
Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB
Ilustrasi bentrokan. (Antara)
Baca 10 detik
  • Bentrokan antarwarga di perbatasan Desa Banemo dan Sibenpopo, Halmahera Tengah, pecah pada Jumat pagi akibat penemuan jasad warga.
  • Konflik tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta terbakarnya sejumlah rumah warga di Desa Sibenpopo secara mengenaskan.
  • Wagub Maluku Utara bersama aparat gabungan TNI dan Polri mengerahkan 250 personel untuk melakukan mediasi serta pengamanan lokasi.

Suara.com - Suasana mencekam menyelimuti perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, menyusul bentrokan berdarah antarwarga yang pecah pada Jumat pagi.

Merespons situasi yang memanas, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, langsung bergerak cepat menuju lokasi konflik untuk meredam bara pertikaian.

Sebelum bertolak dari Dermaga Pelabuhan Residen Ternate, Wagub Sarbin Sehe menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh masyarakat agar tidak terjebak dalam pusaran provokasi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat di provinsi ini untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Mari bersama-sama menjaga perdamaian,” tegas Sarbin dengan nada penuh harap kepada awak media.

Misi Damai di Tengah Puing Konflik

Langkah Wagub tidak main-main. Ia didampingi langsung oleh Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Polisi Stephen M. Napiun, dan Danrem 152/Baabullah untuk melakukan mediasi tingkat tinggi. Fokus utamanya adalah merangkul tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat guna memutus rantai dendam.

Meski situasi dilaporkan mulai terkendali seiring diterjunkannya aparat gabungan, Sarbin terus mengingatkan pentingnya persaudaraan di atas segalanya.

“Kita semua bersaudara, mari jaga perdamaian,” ujarnya singkat namun sarat makna.

Guna memastikan kerusuhan tidak meluas ke wilayah lain, kekuatan pengamanan diperketat secara signifikan. Wakapolda Maluku Utara Brigjen Polisi Stephen M. Napiun mengonfirmasi bahwa ratusan personel tempur sudah berada di titik-titik rawan.

Baca Juga: Ditanya Gaji Honorer hingga THR Kapan Cair, Jawaban Sherly Tjoanda Disorot

“Sebanyak 250 personel gabungan TNI/Polri telah dikerahkan untuk meredam situasi agar tidak meluas,” ungkap Stephen. Ia pun mengimbau keterlibatan aktif warga dalam mendinginkan suasana, “Saya meminta masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan perdamaian.”

Pemicu dan Dampak Kerusakan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sumbu konflik bermula dari temuan jasad seorang warga Desa Banemo di area perkebunan wilayah Desa Sibenpopo pada Jumat pagi. Penemuan tragis ini menyulut amarah keluarga korban yang kemudian berkembang menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya.

Konflik horizontal ini membawa dampak memilukan. Sejumlah rumah warga di Desa Sibenpopo hangus terbakar dilalap si jago merah. Tak hanya kerugian materiel, bentrokan ini juga merenggut nyawa, di mana satu warga Desa Sibenpopo dilaporkan meninggal dunia.

Kini, harapan tertumpu pada proses mediasi yang tengah berjalan agar kedamaian kembali bersemi di Bumi Halmahera Tengah. (Antara)

Load More