Militer Amerika Serikat kehilangan tujuh pesawat berawak selama berlangsungnya perang melawan pasukan Iran.
Enam personel AS tewas akibat jatuhnya pesawat tanker KC-135 dalam misi Operasi Epic Fury.
Serangan balasan Iran menyasar pangkalan udara di Saudi dan merusak pesawat pengintai E-3 Sentry.
Suara.com - Angkatan Udara Amerika Serikat kini tengah menghadapi kerugian materiil yang cukup signifikan dalam konfrontasi militer dengan Iran.
Berdasarkan laporan terbaru pada Sabtu (4/4/2026), total tujuh unit pesawat berawak milik Negeri Paman Sam telah hancur.
Ketegangan mencapai puncaknya pada hari Jumat ketika dua jet tempur AS jatuh dalam dua insiden yang berbeda secara berurutan.
Pesawat yang dilaporkan jatuh tersebut mencakup satu unit jet tempur F-15 dan satu unit pesawat serang darat A-10.
Hancurnya dua pesawat ini menambah daftar panjang kehilangan armada udara AS sejak dimulainya konflik terbuka di kawasan tersebut.
Kronologi Kegagalan Operasi Udara di Wilayah Konflik
Awal mula kerugian besar ini tercatat pada 2 Maret, tepatnya hanya beberapa hari setelah genderang perang ditabuh.
Tiga unit jet F-15 secara mengejutkan hancur setelah terkena tembakan dari sistem pertahanan udara milik negara Kuwait.
Kejadian fatal di langit Kuwait tersebut dikonfirmasi sebagai insiden salah sasaran atau friendly fire yang sangat merugikan.
Baca Juga: Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
Beruntung, keenam awak pesawat yang berada di dalam tiga jet tersebut berhasil menyelamatkan diri menggunakan kursi pelontar.
Terkait kondisi pilot tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan pernyataan resmi mengenai status tugas mereka saat ini.
Pernyataan Resmi Menteri Pertahanan Terkait Pilot AS
"Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pekan ini bahwa ketiga pilot tersebut telah kembali menerbangkan misi melawan Iran."
Kesiapan para pilot ini menunjukkan upaya AS untuk tetap mempertahankan tekanan udara di tengah kerugian armada yang dialami.
Namun, duka kembali menyelimuti militer AS pada tanggal 12 Maret saat sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar jatuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token
-
BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI
-
Bung Towel Senggol Thom Haye, Sebut Pemain Persib Itu Tak Punya Skill Seperti Pirlo dan Xavi
-
Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819
-
4 Alasan Kenapa Cermin Tidak Boleh Menghadap Tempat Tidur Menurut Feng Shui
-
1.000 Liter BBM Mulai Dipasok untuk Alat Berat Tangani Gempa Manggarai
-
Fakta Pahit: Timnas indonesia Kalah Kelas dari Vietnam dan Thailand Calon Juara Piala AFF 2026
-
Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel Sebut Bali Tak Lagi Ramah
-
Rangkuman Rumus Bangun Datar: Cara Praktis Menghitung Luas dan Keliling
-
Redmi M100 Resmi Meluncur: Bawa Fitur Khusus Lansia dan Baterai 7.900 mAh