Militer Amerika Serikat kehilangan tujuh pesawat berawak selama berlangsungnya perang melawan pasukan Iran.
Enam personel AS tewas akibat jatuhnya pesawat tanker KC-135 dalam misi Operasi Epic Fury.
Serangan balasan Iran menyasar pangkalan udara di Saudi dan merusak pesawat pengintai E-3 Sentry.
Pesawat jenis KC-135 tersebut mengalami kecelakaan di wilayah Irak yang mengakibatkan enam personel militer AS dinyatakan tewas.
Pihak militer menyatakan bahwa tanker tersebut sedang menjalankan tugas penting dalam rangkaian Operasi Epic Fury yang sangat rahasia.
Insiden Fatal Selama Pelaksanaan Operasi Epic Fury
Operasi Epic Fury sendiri merupakan sandi militer untuk serangan besar-besaran AS terhadap Iran yang telah dimulai sejak 28 Februari.
Dalam sebuah kejadian di udara, pesawat tanker tersebut terlibat insiden dengan armada lain, namun satu pesawat lainnya berhasil mendarat.
Situasi semakin memburuk pada 27 Maret ketika aset udara penting AS dihancurkan oleh Iran saat masih berada di darat.
Satu unit pesawat peringatan dini E-3 Sentry dilaporkan meledak akibat serangan mendadak Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
Pangkalan militer yang berlokasi di Arab Saudi tersebut menjadi target empuk rudal Iran yang menyasar infrastruktur strategis Amerika.
Dampak Serangan Rudal Iran di Pangkalan Saudi
Baca Juga: Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
Serangan di pangkalan tersebut mengakibatkan sepuluh anggota militer AS mengalami luka-luka, meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Selain E-3 Sentry, satu pesawat tanker milik Angkatan Udara AS dikabarkan mengalami kerusakan serius akibat hantaman proyektil tersebut.
Di sisi lain, kecanggihan jet tempur F-35 juga teruji saat harus melakukan pendaratan darurat setelah diterjang tembakan lawan.
Jet siluman tersebut terkena tembakan yang diduga kuat berasal dari militer Iran saat sedang beroperasi di wilayah Timur Tengah.
Kondisi keamanan regional semakin tidak menentu sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan pada akhir Februari lalu.
Eskalasi Perang Besar di Kawasan Timur Tengah
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat
-
KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
-
Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
-
Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui
-
ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin
-
Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?