Militer Iran menyerang Bandara Ben Gurion menggunakan drone sebagai aksi balasan serangan nuklir.
Serangan rudal AS-Israel ke PLTN Bushehr menewaskan satu karyawan dan memicu protes Rusia.
Konflik berkepanjangan sejak Februari telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran dan 1.200 warga sipil.
Suara.com - Perang di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Sabtu, 4 April 2026, waktu setempat.
Pasukan militer Iran secara resmi mengonfirmasi peluncuran operasi udara berskala besar ke jantung wilayah Israel.
Target utama dalam operasi tersebut adalah infrastruktur vital di Bandara Ben Gurion yang berlokasi dekat Tel Aviv.
Pesawat tanpa awak atau drone dikerahkan untuk melumpuhkan berbagai titik strategis di kawasan bandara internasional tersebut.
Pihak militer Iran mengklaim serangan ini merupakan respons langsung terhadap agresi yang terus meningkat di wilayah mereka.
Detail Target Serangan Drone Iran
"Pagi ini, para pejuang pemberani tentara Iran melancarkan serangan drone skala penuh terhadap menara pengamatan baru, menara pengamatan Terminal 1 dan 2, sistem navigasi, antena, dan radar rezim Zionis di bandara ini," kata militer Iran.
Unit militer tersebut mengincar pusat kendali dan pengawasan guna mengganggu operasional penerbangan di wilayah pendudukan.
Terminal satu dan dua menjadi fokus penghancuran untuk memberikan dampak kerusakan yang signifikan pada fasilitas umum.
Baca Juga: Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka
Sistem radar dan peralatan navigasi canggih milik Israel dilaporkan menjadi sasaran utama dalam serangan udara ini.
Upaya sabotase terhadap jaringan antena komunikasi juga dilakukan untuk memutus jalur informasi militer di bandara tersebut.
Alasan di Balik Operasi Militer
Pernyataan resmi dari Teheran menegaskan bahwa aksi ini didasari oleh kepentingan membela kedaulatan nasional mereka.
"[Serangan tersebut] Sebagai balasan atas penggunaan Bandara Ben Gurion secara terus-menerus oleh tentara [AS dan Israel] ke Iran tercinta kami, dan sebagai balasan atas kejahatan dan agresi musuh Amerika-Zionis," imbuh pernyataan tersebut.
Hubungan kedua negara semakin memburuk setelah adanya serangkaian provokasi militer yang dianggap melanggar batas.
Teheran melihat bahwa fasilitas penerbangan tersebut menjadi basis logistik bagi pasukan asing untuk menekan wilayah Iran.
Sentimen kemarahan publik di Iran turut mendorong militer untuk mengambil langkah ofensif yang lebih berani.
Insiden Serangan Terhadap PLTN Bushehr
Sebelumnya, dunia internasional dikejutkan oleh kabar serangan terhadap fasilitas nuklir strategis milik pemerintah Iran.
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr menjadi sasaran rudal.
Amerika Serikat dan Israel diduga kuat berada di balik aksi perusakan fasilitas energi nuklir yang sensitif tersebut.
Insiden di Bushehr tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga merenggut nyawa salah satu staf ahli di sana.
Kematian karyawan di lokasi pembangkit nuklir tersebut menyulut kecaman keras dari berbagai pihak termasuk sekutu Iran.
Respon Internasional dan Kecaman Rusia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, segera memberikan pernyataan resmi mengenai situasi yang kian memanas.
"Kami semakin prihatin dengan laporan serangan rudal baru terhadap PLTN Bushehr pada 4 April. Kami tengah mempelajari informasi yang masuk mengenai masalah ini. Kami mengecam keras aksi kejam yang menyebabkan korban jiwa ini," kata Zakharova.
Rusia memandang bahwa eskalasi bersenjata di fasilitas nuklir dapat membawa dampak bencana bagi lingkungan global.
Zakharova memperingatkan bahwa tindakan kekerasan di area sensitif tersebut harus segera diakhiri demi keselamatan bersama.
Ia lantas mendesak agar serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk PLTN Bushehr, dihentikan untuk "mencegah hal terburuk."
Upaya Diplomasi di Tengah Konflik
Moskow terus berupaya melakukan langkah komunikasi intensif dengan organisasi internasional untuk meredam pertikaian bersenjata ini.
"Pihak Rusia melakukan segala upaya untuk menarik perhatian komunitas internasional dan publik global terhadap fakta bahwa situasi di PLTN Bushehr semakin berbahaya," imbuhnya.
Risiko kebocoran radiasi menjadi perhatian utama bagi negara-negara yang bertetangga langsung dengan wilayah konflik tersebut.
Kekhawatiran global kian meningkat seiring dengan tidak adanya tanda-tanda gencatan senjata dari pihak-pihak yang bertikai.
Stabilitas kawasan Timur Tengah kini berada di ujung tanduk akibat saling balas serangan menggunakan senjata berat.
Rekam Jejak Konflik Sejak Februari
Gelombang serangan balasan Iran sebenarnya sudah dimulai sejak akhir Februari sebagai reaksi atas operasi gabungan.
Pasukan Amerika Serikat dan Israel diketahui telah memulai aksi militer terpadu sejak tanggal 28 Februari 2026.
Konflik terbuka ini telah membawa dampak yang sangat traumatis bagi tatanan kepemimpinan dan sosial di Iran.
Tragedi besar terjadi pada hari pertama invasi yang mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat.
Duka nasional tersebut memicu kemarahan besar di seluruh pelosok negeri dan memperkuat motivasi untuk membalas.
Dampak Kemanusiaan yang Memprihatinkan
Selain menyasar target politik, operasi militer gabungan tersebut juga dilaporkan mengenai fasilitas pendidikan sipil.
Sebuah sekolah khusus perempuan yang terletak di wilayah Iran bagian selatan hancur akibat terkena ledakan bom.
Pengeboman sekolah tersebut menjadi sorotan tajam karena melibatkan korban anak-anak dan warga sipil yang tidak berdaya.
Iran mengestimasi bahwa jumlah jiwa yang melayang akibat rentetan serangan ini telah melampaui angka seribu orang.
Data sementara menunjukkan bahwa total korban tewas akibat agresi militer tersebut diperkirakan mencapai 1.200 jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump
-
Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran