-
Serangan udara Israel di Jnah Beirut menewaskan empat orang dan melukai puluhan warga sipil.
-
Iran mengklaim menembak jatuh dua pesawat C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik AS.
-
Eskalasi militer terus meluas dari Lebanon hingga serangan balasan di wilayah kedaulatan Iran.
Suara.com - Gelombang serangan udara yang diluncurkan militer Israel baru saja menghantam kawasan pinggiran selatan ibu kota Lebanon.
Kawasan Jnah menjadi titik utama ledakan yang memicu kerusakan parah pada infrastruktur sipil di wilayah tersebut.
Layanan ambulans setempat segera memberikan laporan terkini mengenai dampak fatal dari aksi militer di jantung Beirut itu.
Data awal menunjukkan adanya kehilangan nyawa dan puluhan warga yang membutuhkan perawatan medis segera di rumah sakit.
"Empat orang tewas, 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jnah," kata sumber tersebut.
Pihak medis juga mengonfirmasi bahwa angka korban tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah seiring proses evakuasi.
Sejumlah bangunan tempat tinggal yang memiliki banyak lantai dilaporkan hancur akibat terjangan proyektil mematikan dari udara.
Lingkungan Roueiss juga menjadi sasaran lain yang mengalami kerusakan signifikan dalam operasi udara besar-besaran tersebut.
Kekhawatiran global meningkat karena lokasi ledakan berada di dekat kantor diplomatik Kedutaan Besar China.
Baca Juga: Dunia Tahan Napas, Iran Ancam Luncurkan "Kejutan Besar" untuk Hancurkan AS-Israel
Selain itu, Jnah merupakan titik pengungsian terbesar yang menampung ribuan warga dari wilayah Lebanon timur dan selatan.
Lebih dari 8.000 orang yang mencari perlindungan kini berada dalam ancaman bahaya di tengah serangan yang terus berlanjut.
Ketegangan antara pihak Israel dan kelompok Hizbullah diketahui mulai memuncak sejak awal Maret tahun ini.
Aksi saling balas serangan roket menjadi pemicu utama yang memperluas zona pertempuran hingga ke Lembah Beqaa.
Israel kemudian mengambil langkah lebih jauh dengan mengumumkan pergerakan pasukan darat ke wilayah Lebanon selatan.
Di sisi lain, konflik ini melebar hingga melibatkan kekuatan militer Iran yang berhadapan langsung dengan Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat
-
KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
-
Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
-
Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui
-
ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin
-
Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?