- Seorang pejabat keamanan senior Iran mengancam akan memberikan "kejutan besar" kepada Amerika Serikat dan Israel dalam waktu dekat.
- Ancaman ini didasarkan pada strategi perang asimetris Iran yang diklaim telah terbukti mampu menguras kekuatan musuh secara perlahan.
- Para ahli berspekulasi "kejutan" tersebut bisa berupa serangan militer langsung, gempuran ke infrastruktur vital, atau operasi melalui sekutu regional.
Suara.com - Seorang pejabat keamanan senior Iran baru saja melontarkan pernyataan mengejutkan yang mengisyaratkan adanya "kejutan besar" yang telah disiapkan untuk Amerika Serikat dan Israel.
Ancaman misterius ini muncul di tengah eskalasi serangan dan saling membalas ancaman yang semakin memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah.
Peringatan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Teheran kini sepenuhnya mengandalkan strategi perang asimetris untuk menguras kekuatan musuh secara perlahan.
Berbicara kepada Fars News Agency, dikutip dari Haberler, Senin (6/4/2026), kantor berita yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi Iran, pejabat tinggi tersebut menegaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan sebuah langkah baru.
"Kami mempunyai kejutan besar bagi Amerika dan rezim Zionis. Ini hanya memerlukan sedikit waktu."
Ia menyatakan bahwa seluruh tindakan militer dan strategi yang dilakukan oleh Teheran berjalan sesuai dengan rencana dan daftar target yang telah ditentukan sebelumnya.
Pernyataan ini diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa Iran sedang menyiapkan gebrakan baru menyusul serangan timbal balik yang terus berlangsung di kawasan tersebut.
Pejabat yang sama juga menyebut pernyataan AS tentang kemungkinan menargetkan infrastruktur Iran sebagai sesuatu yang "konyol".
Menurutnya, strategi militer pemerintah Washington yang mengandalkan pendekatan "serangan bersih, cepat, dan mudah" telah gagal total di lapangan.
Baca Juga: Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
Ia mengklaim bahwa negaranya kini telah belajar banyak dari pengalaman di medan tempur.
“Kami telah belajar dengan baik bagaimana melemahkan musuh dalam peperangan asimetris.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran kemungkinan akan terus melanjutkan strateginya dengan menggunakan elemen proksi, serangan siber, dan taktik tekanan regional, alih-alih terlibat dalam konflik skala besar secara langsung.
Dalam beberapa hari terakhir, AS memang telah meningkatkan serangan udaranya terhadap target-target Iran, sementara Israel memperluas operasinya terhadap elemen-elemen yang terkait dengan Teheran.
Ketegangan terutama meningkat di wilayah Irak, Suriah, dan kawasan Teluk, dengan ancaman timbal balik yang semakin intens.
Para ahli meyakini bahwa penekanan Iran pada kata "kejutan" bisa merujuk pada sebuah langkah militer langsung, serangan terhadap infrastruktur kritis, atau operasi yang dilakukan melalui sekutu-sekutu regional mereka.
Pernyataan dari Teheran ini telah diberkati sebagai pertanda akan datangnya gelombang konflik baru di kawasan tersebut, sementara opini publik internasional kini terfokus pada apa gerangan "kejutan" yang akan dilancarkan oleh Iran.
Berita Terkait
-
Krisis Berlapis! Internet Shutdown, Listrik Terancam Ikut Mati, Warga Iran Cemas
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Militer AS Gagal Total di Iran, IRGC Hancurkan Pesawat C-130 dan Heli Black Hawk
-
Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan
-
Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!